
SURABAYA (Lenteratoday)- Anggota Komisi D DPRD Surabaya William Wirakusuma mengatakan, wisata Taman Bungkul harus ditata lebih rapi agar menjadi destinasi wisata religi yang lebih nyaman bagi peziarah. Menurutnya, Teman Bungkul mempunyai potensi lebih untuk dikembangkan.
Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan rapat bersama Pemkot untuk memberikan kewanangan terkait revitalisasi Taman Bungkul.
"Karena selama ini kan pengelolaannya masih dari juru kunci. Nah nanti akan ada dinas-dinas yang menaungi biar jadi lebih tertata lah. Jadi ada yang siapa yang bertanggung jawab di wilayah tersebut karena sudah ditetapkan sebagai cagar budaya," kata William, Kamis (23/1/2025).
William menyebut, nantinya semua komplek Taman Bungkul akan akan direvitaslisasi. Mulai dari makam,
taman, hingga sentra wisata kulinernya (SWK). Bahkan pada Maret mendatang, wilayah skateboard dan BMX akan diperbaiki. Terkait penataan SWK, rencananya juga akan ditata ulang dan ditambahkan tempat untuk UMKM.
"Untuk wisata makam Bungkul, kemudian ada masjid, ada makam tua juga itu akan dibersihkan semua. Biar terlihat nyaman. Karena penataannya masih tidak teratur sekali di sana," sebutnya.
William juga menuturkan, untuk tempat parkir akan diatur kembali mengingat Makam Mbah Bungkul juga menjadi salah satu jujukan para peziarah selain di Wisata Religi Sunan Ampel.
"Jadi khusus untuk parkir bus kita minta supaya dicarikan lokasi yang memang parkir resmi. Karena ada peluang juga, ada bus yang ditarik Rp 100 ribu. Padahal tarifnya kan cuma Rp 25 ribu. Ini kita minta untuk ditata lagi, kita minta tempat yang agak dekat dengan lokasinya," tutur William.
Politisi dari PSI ini mengatakan, untuk revitalisasi secara keseluruhan rencananya akan dilakukan akhir tahun ketika sudah ada APBD perubahan.
"Kita berharap Taman Bungkul bisa bagus lagi seperti awal dulu Bu Wali, Bu Risma. Kan sudah bersih dan memang benar-benar bersih dan sekarang menjadi kumuh lagi," tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto, mengatakan hasil rapat bersama komisi D ini ada tiga titik fokus. Makam, SWK, sama wilayah sekitarnya.
"Memang sudah dilakukan rapat berkali-kali. Tapi rencana penataan tahun ini mau dikembangkan revitalisasi Taman Bungkul terutama di makamnya. Karena di makam ada permasalahan terkait dengan ahli waris, dan kondisi yang tidak pantas kalau itu jadi kunjungan. Tapi itu sudah ada solusinya sudah jelas tinggal kita laksanakan," pungkasnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH