
MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan ajang lari nasional, Emba Run Malang 10K, yang ditargetkan mampu menarik sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah.
Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini dinilai sebagai momentum untuk menggugah perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat sport tourism di Kota Malang.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menilai ajang lari berskala nasional ini mampu menghasilkan dampak positif.
“Event ini besok akan diikuti sekitar 3.000 peserta, termasuk dari luar kota yang masuk ke Kota Malang. Artinya, event ini cukup berpengaruh terhadap perekonomian lokal,” ujar Eko, Sabtu(25/1/2025).
Eko menambahkan kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga mempromosikan Kota Malang sebagai destinasi sport tourism.
"Adanya event seperti ini sangat mendukung sport tourism. Kami juga mengapresiasi dukungan dari pihak Emba, yang telah berkontribusi besar dalam pelaksanaan kegiatan ini," tambahnya.
Ia berharap ajang lari ini dapat terus digelar setiap tahun, dan menjadi salah satu event lari di Kota Malang.
Sementara itu, penggagas Emba Run Malang 10K, Paulus Oliver Yoesof memiliki visi besar untuk menjadikan event ini identik dengan Kota Malang.
“Di Indonesia ada banyak event lari, seperti Pocari Marathon di Bandung atau BPN Marathon di Jakarta. Harapan kami, orang akan berpikir kalau lari di Malang itu identik dengan Emba Run,” ungkap Paulus.
Didukung hadiah total hampir Rp 400 juta, menurutnya Emba Run 10K tahun ini berhasil menarik perhatian pelari-pelari nasional. Selain itu, udara sejuk khas Malang menjadi daya tarik tersendiri.
Rute yang dipilih juga menyuguhkan pemandangan ikonik Kota Malang, seperti Kayutangan Heritage dan Ijen Boulevard.
Terpisah, Ketua Panitia Emba Run Malang 10K, Sinaryo menjelaskan event ini sengaja digelar pada Januari sebagai pembuka rangkaian kegiatan olahraga di tahun 2025.
“Biasanya, event lari nasional digelar Februari atau Maret. Kami ingin menjadi satu-satunya event lari di awal tahun,” jelas Sinaryo.
Sinaryo juga menekankan komitmen panitia, untuk menjadikan Emba Run sebagai agenda tahunan yang bergengsi di Kota Malang.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais