
SURABAYA (Lenteratoday) - Wakil Ketua DPRD Jatim, Blegur Prijanggono, menilai perlunya langkah evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Blegur, tujuan utama keberadaan BUMD adalah untuk mendongkrak PAD melalui profitabilitas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa sejumlah BUMD justru mengalami kerugian, yang dianggap menghambat upaya peningkatan pendapatan daerah.
"BUMD seharusnya menjadi motor penggerak PAD. Jika mereka merugi, maka evaluasi harus segera dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Blegur Prijanggono, Minggu (26/01/2025).
Politisi Golkar tersebut mengusulkan opsi berupa penutupan BUMD yang terus merugi tanpa solusi. Namun, jika permasalahan berakar pada manajemen, ia mendorong Pemprov Jatim untuk segera melakukan perombakan manajemen dan perbaikan sistem.
Salah satu BUMD yang disorot adalah Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jatim. Blegur menekankan bahwa manajemen PDAB perlu menunjukkan progres nyata jika ingin memperoleh tambahan modal dari Pemprov.
"Tambahan anggaran hanya bisa diberikan jika ada progres yang jelas. Tanpa manajemen yang baik, tambahan modal pun tak akan membawa hasil,” tegasnya.
Komisi C DPRD Jatim, lanjut Blegur, juga berencana memanggil sejumlah BUMD yang dianggap memiliki kinerja kurang optimal. DPRD akan memberikan catatan dan rekomendasi untuk mendorong perbaikan, mengingat potensi PAD yang seharusnya bisa lebih besar.
Selain itu, Blegur mengingatkan pentingnya efisiensi, sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri dan Presiden Joko Widodo. “BUMD yang tidak efisien harus segera diperbaiki agar biaya operasional dapat ditekan dan kinerjanya lebih maksimal,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita