03 April 2025

Get In Touch

Mobil Rombongan Ponpes Salafiyah Bertabrakan dengan Truk, Dua Orang Meninggal Dunia

Kendaraan Hi Ace dan truk yang terlibat kecelakaan di Jalur Pantura Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/1/2025) (Potongan gambar video kecelakaan di Paiton)
Kendaraan Hi Ace dan truk yang terlibat kecelakaan di Jalur Pantura Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/1/2025) (Potongan gambar video kecelakaan di Paiton)

PROBOLINGGO (Lenteratoday) -Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/1/2025) sekitar pukul 04.15 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan mobil Toyota Hi Ace yang membawa rombongan dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mengungkapkan, "Akibat kecelakaan itu, dua orang meninggal dunia."

Kecelakaan tersebut terjadi antara sebuah mikrobus Toyota Hi Ace bernomor polisi P 7020 EA dengan truk Hino bernomor polisi EA 8239 AB.

Menurut Aditya, kecelakaan diduga disebabkan pengemudi mikrobus, Fajar Maulidi Alamsyah (25), warga Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, kurang konsentrasi.

Mikrobus yang membawa 12 penumpang tersebut melaju dari arah barat menuju Situbondo.

Di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan, bertabrakan dengan truk Hino yang datang dari arah timur menuju Probolinggo.

"Diduga karena mengantuk, kendaraan yang ia kemudikan melaju ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk Hino yang dikemudikan Alexius Ngoba (41), warga Desa Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat," ujar Aditya, dikutip Kompas.

Akibat kecelakaan ini, dua orang meninggal dunia, yaitu pengemudi mikrobus Fajar Maulidi Alamsyah dan salah satu penumpangnya, Hj Iffatul A Thuf (40). Keduanya meninggal di RS Rizani Paiton.

Sementara itu, tiga penumpang lainnya, yakni Hj Siti Hamidah (70), Nanang Qosim (15), dan Mansur (46), mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RS Rizani Paiton untuk mendapatkan perawatan medis.

Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Pihak kepolisian menyatakan bahwa faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini.

"Pengemudi mikcrobus diduga kurang konsentrasi akibat kelelahan atau mengantuk, sehingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dengan baik," ujarnya.

Peristiwa kecelakaan ini juga menjadi viral di media sosial, memicu banyak warganet berdoa dan menyampaikan duka cita atas kejadian tragis tersebut.

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.