03 April 2025

Get In Touch

KONI Kota Malang MInta Cabor Selektif, Tak Sembarangan Pilih Atlet di Porprov 2025

Latihan rutin cabor taekwondo Kota Malang. (foto:ist/dok.KONI Kota Malang)
Latihan rutin cabor taekwondo Kota Malang. (foto:ist/dok.KONI Kota Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang minta seluruh cabang olahraga (cabor) tidak sembarangan memilih atlet, yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.

Mengingat posisi Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Porprov 2025, KONI menegaskan setiap atlet yang dikirim harus memenuhi standar kualitas dan potensi yang terukur, guna memastikan prestasi maksimal di ajang dua tahunan tersebut.

"Kami terus melakukan pemantauan kepada cabor melalui bidang pembinaan dan prestasi (Binpres). Tujuannya untuk menampung keluhan yang selama ini dialami oleh para cabor. Karena kita sebagai tuan rumah, ini tentu menjadi prestise bagi setiap insan olahraga yang ada di Kota Malang," ujar Sekretaris Umum KONI Kota Malang, Yudo Nugroho, Senin(27/1/2025).

Yudo menambahkan menjelang ajang Porprov yang akan dilaksanakan Juli 2025 mendatang, setiap cabor melalui Binpres diharapkan dapat melaporkan progres atlet yang telah dipersiapkan. Hal ini bertujuan untuk mengukur kesiapan atlet secara objektif dan memastikan atlet siap bersaing di tingkat provinsi.

"Kami tidak mau hanya sekadar mengirimkan atlet. Kami ingin mereka memiliki semangat dan target yang jelas, terutama untuk meraih medali emas," tegasnya.

Lebih lanjut Yudo menjelaskan KONI Kota Malang direncanakan akan membentuk kontingen, beranggotakan sekitar 750 atlet untuk Porprov IX Jatim 2025. Namun, mengingat pengalaman pada Porprov sebelumnya, jumlah atlet yang terlibat dapat mencapai 900 orang, tergantung pada perkembangan dan progres yang dicapai masing-masing cabor.

"Ada potensi jumlah atlet bisa bertambah, tapi itu harus didasari oleh target yang jelas. Kami tidak ingin bertanding di rumah sendiri hanya seperti rekreasi. Jadi setiap cabor harus memiliki target yang terukur, tidak hanya sekadar ikut serta," ungkap Yudo.

Untuk memastikan atlet yang dikirim benar-benar siap dan memiliki potensi, sejak Desember 2024 hingga awal Januari 2025 ini, Yudo menyebut pihaknya telah melaksanakan promosi degradasi (promdeg) bagi para atlet. Proses ini menjadi salah satu faktor penentu dalam mencapai target medali yang telah ditetapkan.

"Melalui promdeg, kami dapat melihat dengan jelas siapa yang benar-benar siap dan siapa yang perlu ditingkatkan kemampuannya. Tentunya ini terkait dengan perkiraan atau target medali yang harus mereka capai," pungkas Yudo.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.