03 April 2025

Get In Touch

Senator AS Kecam Usulan Trump Terkait Relokasi Warga Palestina di Gaza "Pembersihan Etnis"

Senator AS Kecam Usulan Trump Terkait Relokasi Warga Palestina di Gaza

WASHINGTON (Lenteratoday) - Senator Bernie Sanders mengecam usul Presiden Amerika Serikat, Donlad Trump untuk membersihkan Gaza dari jutaan warga Palestina, dengan cara merelokasi mereka ke negara-negara seperti Yordania dan Mesir sebagai "pembersihan etnis" dan kejahatan perang.

"Ada istilah untuk ini (pembersihan etnis) dan itu merupakan kejahatan perang, gagasan yang keterlaluan ini harus dikecam oleh setiap warga Amerika," tulis Sanders di akun sosial X menanggapi pertanyaan kontroversial Trump itu mengutip Antara, Selasa(28/1/2025).

Akhir pekan lalu, Sabtu(25/1/2025), Trump menyerukan pembersihan Gaza dan pemindahan warga Palestina ke Mesir dan Yordania. Seraya menyebut daerah kantong Palestina itu, sebagai lokasi pembongkaran setelah perang genosida Israel.

Mesir, Yordania, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengeluarkan pernyataan dengan keras, menolak seruan apa pun untuk memindahkan atau merelokasi warga Palestina dari tanah mereka.

Usulan Trump itu muncul sepekan setelah perjanjian gencatan senjata berlaku di Gaza pada 19 Januari 2025, yang menangguhkan perang genosida Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Selain itu, perang genosida yang dikobarkan rezim Zionis menyusul serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023 itu juga mengakibatkan lebih dari 111 ribu orang terluka dan lebih dari 11 ribu orang hilang.

Kota Gaza pun hancur lebur dengan kehancuran yang sangat luas. Krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak lansia dan anak-anak, menyeruak menjadi salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.

Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel, Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional, atas perangnya di daerah kantong itu.

Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.