
NEW DELHI (Lenteratoday) - Sebanyak 30 orang dilaporkan tewas akibat berdesakan dan terinjak-injak, pada acara keagamaan Festival Maha Kumbh Mela di Prayagraj, India, Rabu(29/1/2025)
Puluhan korban itu tewas terinjak-injak dalam kerumunan, di mana ribuan peziarah berebut untuk berpartisipasi dalam ritual mandi suci. Sebanyak 90 orang juga terluka, dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Renu Devi, seorang peziarah berusia 48 tahun menggambarkan peristiwa yang terjadi pada, Rabu(29/1/2025) pagi itu.
"Seluruh kerumunan jatuh di atas saya, menginjak saya saat bergerak maju." dikutip Channel News Asia dirilis CNN Indonesia, Kamis(30/1/2025).
Kumbh Mela atau Festival Teko Besar merupakan gelaran yang diadakan 12 tahun sekali, acara berkaitan dengan cerita para Dewa dan Asura (setan).
Melansir dari Indian Express, ketika Dewa dan Asura mengaduk lautan, Dhancantri muncul sambil membawa kendi amrita atau ramuan keabadian.
Agar kendi amrita tidak jatuh ke tangan Asura, putra Indra, Jayant membawa kabur kendi dan amrita tumpah di empat tempat yakni Haridwar, Prayagraj, Ujjain, dan Nashik-Trimbakeshwar. Dia berlari selama 12 hari. Karena satu hari Dewa sama dengan satu tahun manusia, Kumbh Mela pun dirayakan setiap 12 tahun.
Orang pun meyakini bahwa berendam di sungai-sungai selama festival, dapat menghapus dosa seseorang dan mendapatkan berkat spiritual. Tidak heran jutaan umat hadir untuk mandi suci di pertemuan Sungai Gangga dan Yamuna.
Di balik sakralnya makna Kumbh Mela, festival ini lekat dengan orang-orang yang berdesakan sampai berakibat fatal. Sejak lama, Kumbh Mela memang memiliki rekam jejak insiden kerusuhan dan kematian.
Pejabat pemerintah setempat, Akanksha Rana menyebut kerusuhan dimulai setelah penghalang pengendali massa rusak. Dalam laporan kantor berita Press Trust of India, penghalang jebol saat mandi suci dan melukai beberapa umat dalam insiden berdesak-desakan.
Festival tersebut dimulai pada awal bulan ini, di negara bagian Uttar Pradesh, India utara.
Menurut pejabat setempat, insiden itu terjadi pada hari Mauni Amavasya yang merupakan hari paling penting dalam festival. Otoritas setempat sebelumnya memperkirakan, jumlah peserta akan mencapai rekor 100 juta orang.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut insiden tersebut sangat menyedihkan.
“Belasungkawa mendalam saya kepada para jemaah yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam kecelakaan itu. Bersamaan dengan ini, saya berharap semua yang terluka segera pulih," kata Modi mengutip Antara, Kamis(30/1/2025)
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah, berupaya memberikan bantuan maksimal kepada para korban.
Maha Kumbh diselenggarakan setiap 12 tahun sekali di tepi sungai di kota Prayagraj. Tahun ini, festival berlangsung dari 13 Januari hingga 26 Februari 2025 dan diperkirakan 400 juta orang menghadiri festival tersebut.
Editor: Arief Sukaputra/Berbagai sumber