
BOGOR (Lentera) – Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengungkapkan pemangkasan anggaran negara akan berlanjut, bahkan disebutkannya akan dilakukan tiga putaran atau tiga tahap.
Putaran pertama, mulai dilakukan saat ini dengan total anggaran yang dipangkas mencapai Rp 306 triliun.
“Penghematan yang kita lakukan, putaran pertama, Kementerian Keuangan, disisir dihemat Rp 300 triliun. Penghematan putaran kedua Rp 308 triliun,” tuturnya saat perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu(15/2/2025) mengutip CNN Indonesia, Minggu(16/2/2025).
Namun pemangkasan kedua akan dikembalikan sebesar Rp 58 triliun ke kementerian/lembaga (K/L), sehingga sisa anggaran yang dipangkas Rp 250 triliun.
Pemangkasan ketiga, sambung Prabowo sebesar Rp 300 triliun dan dikembalikan Rp 100 triliun ke BUMN sebagai penyertaan modal negara (PMN) sehingga sisa Rp 200 triliun yang akan dipangkas.
Dengan begitu, total anggaran negara yang dipangkas dari tahap pertama hingga ketiga sebesar Rp 750 triliun.
“Jadi totalnya kita punya Rp 750 triliun,” katanya.
Prabowo mengatakan anggaran yang dihemat akan digunakan salah satunya, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sisanya akan serahkan ke badan pengelola investasi baru Indonesia, yaitu Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Sisanya tidak akan kita pakai, akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan,” paparnya.
Pemotongan anggaran negara dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang diterbitkan Prabowo pada 22 Januari lalu.
Sejumlah kementerian/lembaga dan badan ppn telah menggelar rapat dengan komisi terkait di DPR RI, pada Rabu(12/2/2025) dan Kamis(13/2/2025) untuk membahas pagu anggaran 2025 usai terkena pemotongan anggaran imbas efisiensi.
Besaran pemotongan anggaran tersebut variatif, ada kementerian/lembaga yang dipangkas hingga triliunan ada pula yang hanya miliaran rupiah.
Editor: Arief Sukaputra