03 April 2025

Get In Touch

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Brian Yuliarto Gantikan Mendiktisaintek Satryo Soemantri

Brian Yuliarto mengucapkan sumpah jabatan bersama enam pejabat negara lain yang dilantik Presiden Prabowo Subianto, Rabu (19/2//2025) sore ini. F
Brian Yuliarto mengucapkan sumpah jabatan bersama enam pejabat negara lain yang dilantik Presiden Prabowo Subianto, Rabu (19/2//2025) sore ini. F

JAKARTA (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet dengan melantik enam pejabat negara baru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (19/2/2025) sore.

Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam reshuffle ini adalah Brian Yuliarto, guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), yang ditunjuk untuk menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Selain Brian, Prabowo juga melantik enam pejabat negara lain yaitu Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh; Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Kepala BPS Sonny Harry B, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo, serta Wakil Kepala BSSN Pratama Dahlian Persada.

Brian Yuliarto dikenal sebagai sosok intelektual muda yang memiliki semangat tinggi dalam memajukan Indonesia melalui riset dan inovasi di bidang sains dan teknologi, khususnya material nano untuk aplikasi sensor dan energi.

Berbekal pengalaman sebagai peneliti di Advanced Industrial Science and Technology (AIST) Jepang, Brian kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier akademiknya hingga meraih gelar profesor di usia 43 tahun. Ia telah menerbitkan ratusan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi tinggi, dengan total 343 karya ilmiah yang tercatat di Scopus, 6.043 sitasi, serta H-index 40.

Kiprahnya juga diakui di kancah global, terbukti dari aktivitasnya sebagai visiting professor di berbagai universitas ternama seperti UC Berkeley, Queensland University, Nagoya University, dan KAUST.

Di ITB, Brian telah menduduki berbagai posisi strategis, antara lain Kepala Lembaga Kemahasiswaan, Ketua Pusat Penelitian Nanoscience and Nanotechnology, Ketua Program Studi Teknik Fisika, Dekan Fakultas Teknologi Industri, dan saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB. Pada tahun 2024, ia meraih penghargaan prestisius Habibie Prize di bidang rekayasa.

Berikut profil lengkapnya:

Nama Lengkap: Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.

Keahlian: Nanomaterial untuk Biosensor, Energi, dan Solar PV

Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 27 Juli 1975

Pendidikan:

•          Universitas Pertahanan & Kementerian Pertahanan RI (2024) – Executive Course on Strategic Management and Leadership

•          The University of Tokyo, Jepang (2005) – Ph.D. di Quantum Engineering and Systems Science

•          The University of Tokyo, Jepang (2002) – M.Eng. di Quantum Engineering and Systems Science

•          Institut Teknologi Bandung (1999) – S.T. di Teknik Fisika

Pengalaman Kerja:

•          Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, ITB (2025 - 2029)

•          Dekan Fakultas Teknologi Industri, ITB (2020 - 2025)

•          Visiting Professor, University of Tsukuba (2021 - Sekarang)

•          Dosen dan Peneliti, ITB (2006 - Sekarang)

•          Kepala Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi, ITB (2018 - 2020)

•          Peneliti Postdoktoral, AIST Jepang (2005 - 2006)

Penghargaan:

•          Habibie Prize 2024 (Bidang Rekayasa)

•          Top 1 Researcher Nanoscience & Nanotechnology Indonesia (AD Scientific, Stanford University, 2023)

•          The World's Top 2% Scientist (AD Scientific Index, Stanford Univ, 2022-2024)

•          Peneliti Terbaik ITB (2021)

•          Dosen Berprestasi bidang Sains dan Teknologi, ITB (2017)

Organisasi:

•          Ketua Lembaga Kajian Kerja Sama Strategis, PW Muhammadiyah Jawa Barat (2023-2027)

•          Ketua PC Muhammadiyah Cibeunying Kaler, Kota Bandung (2023-2027)

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.