
JAKARTA (Lentera) – Dengan mengenakan batik coklat dibalut jaket hitam, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (26/2/2025). Kedatangannya untuk penuhi panggilan KPK.
Japto yang didampingi empat orang berpakaian kemeja putih dibalut jas dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Pemeriksaan dilakukan penyidik sekitar pukul 10.00 WIB.
Japto tak banyak bicara saat tiba di Gedung Merah Putih. “Nanti di dalam saja,” kata Japto saat tiba.
Dikutip dari antara, sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu membenarkan bahwa penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Japto Soerjosoemarno sebagai saksi penyidikan perkara dugaan gratifikasi dengan tersangka mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Rita Widyasari (RW).
“Kalau tidak salah memang terjadwalnya begitu. Jadi ditunggu saja kehadirannya, hadir atau tidak,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Dikuitip dari tempo, nama Japto tiba-tiba muncul dalam pusaran gratifikasi Rita Widyasari dari perusahaan-perusahaan produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kertanegara. Ini merupakan pengembangan yang dilakukan KPK sejalan dengan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015 itu.
Dalam kasus gratifikasi, Rita telah divonis 10 tahun penjara sejak 2017. Ia juga dihukum membayar denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima uang gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 terkait perizinan proyek dinas di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Rita mematok harga US$ 3,3 hingga US$ 5 per metrik ton batu bara yang diambil oleh perusahaan tambang di sana. Dalam penyidikan TPPU, KPK telah menyita 91 unit kendaraan dan berbagai benda bernilai ekonomis lainnya.
Penyidik KPK juga menyita lima bidang tanah dengan luas total mencapai ribuan meter persegi dan 30 jam tangan mewah dari berbagai merek. Sebagian besar barang sitaan tersebut saat ini dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) KPK di Cawang, Jakarta Timur, dan juga di beberapa tempat lain di Samarinda, Kalimantan Timur, dalam rangka perawatan.
Sebelum Japto diperiksa, KPK lebih dulu melakukan penggeledahan di rumah Japto di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (4/2/2025). Dalam penggeledahan itu lembaga antirasuah menyita uang tunai dengan total Rp 56 miliar, dokumen dan barang bukti elektronik, serta 11 unit mobil.
Adapun dari 11 unit mobil antara lain adalah Jeep Gladiator Rubicon, Landrover Defender, Toyota Land Cruiser, Mercedez Benz, Toyota Hilux, Mitsubishi Coldis, dan Suzuki.
Selain Japto, KPK juga membidik mantan Anggota DPR dari NasDem, Ahmad Ali. Ia akan dipanggil sebagai saksi pada Kamis (27/2/2025). (*)
Editor : Lutfiyu Handi