
SURABAYA (Lentera) - Salah satu mantan pemain Persebaya era 1990-an, Putut Wijanarko tutup usia. Kabar meninggalnya gelandang serang lincah dan energik di masa jayanya ini kali pertama via WhatApp Grup, Selasa (1/4/2025).
Dari informasi yang beredar, Putut yang juga pernah bermain dengan Yusuf Ekodono, Samsul Arifin hingga Seger Sutrisno itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siloam, Surabaya. Dia diduga meninggal karena serangan jantung.
“Informasinya Putut sudah sejak 3 bulan lalu kena jantung,” ungkap salah seorang rekan seangkatan Putut dikutip dari memorandum.
Ibnu Grahan, rekan Putut di Persebaya, mangatakan punya kenangan ketika sama-sama main di tim PON Jatim pada 1989. “Waktu itu kita Runner up. Di final kalah dengan Sumut 1-0,” ungkap Ibnu yang juga mantan kapten Persebaya itu.
Terakhir satu tim adalah ketika Persebaya berlaga di QBN League 2016. Saat itu Putut yang termasuk salah satu pemain jarang cedera hingga dia pensiun dari Persebaya pada 1996 ini menjadi asisten Ibnu Grahan bersama Mahrus Afief.
Ketika akhirnya menjadi pelatih, Putut pernah menjadi arsitek tim-tim Jatim. Antara lain, Persipro, PSBI Blitar, Persid Jember, Persinga Ngawi,, Persibas Banyumas, Bhayangkara SU, Persikaba Blora, Semeru FC, Porprov Bojonegoro, hingga Perserang Serang. (*)
Editor : Lutfiyu Handi