04 April 2025

Get In Touch

Sempat Libur Nyepi dan Lebaran, Wisata Gunung Bromo Langsung Dibanjiri 3.727 Pengunjung di Hari Pertama Buka

Ilustrasi wisatawan di Gunung Bromo. (dok. istimewa)
Ilustrasi wisatawan di Gunung Bromo. (dok. istimewa)

MALANG (Lentera) - Setelah ditutup sementara selama perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025, kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk umum. Pada hari pertama pembukaan, Rabu (2/4/2025) kemarin, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang mencapai 3.727 orang.  

 

Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, mengungkapkan dari total kunjungan tersebut, sebanyak 3.647 orang merupakan wisatawan nusantara, sedangkan 80 orang lainnya adalah wisatawan mancanegara.  

 

"H+2 Lebaran itu kami pertama kali buka, per kemarin jumlah wisatawan yang mengunjungi Gunung Bromo sudah sebanyak 3.727 orang. Paling banyak wisatawan nusantara," ujar Septi, Kamis (3/4/2025).

 

Menurutnya, momen libur Lebaran yang masih berlangsung turut menjadi faktor utama lonjakan kunjungan wisatawan.  Sejak dibuka kembali pada 2 April 2025 pukul 00.01 WIB, kawasan Gunung Bromo langsung disambut antusias oleh masyarakat. 

 

Selain Gunung Bromo, kawasan wisata lain yang berada dalam pengelolaan BB TNBTS, yakni Ranu Regulo, juga mencatat kunjungan wisatawan yang cukup signifikan. Hingga Kamis (3/4/2025), tercatat sebanyak 162 wisatawan berkunjung ke wisata alam  yang seluruhnya merupakan wisatawan domestik.  

 

Untuk diketahui, BB TNBTS menutup sementara kawasan Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru guna menghormati perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025.

 

Keputusan penutupan siatur dalam surat edaran bernomor PG.6/T.8/TU/KSA.5.2/B/02/2025 yang diterbitkan pada 24 Februari 2025 dan ditandatangani oleh Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.  

 

Dalam surat tersebut, disebutkan  penutupan kawasan wisata berlangsung mulai 28 Maret 2025 pukul 00.01 WIB hingga 1 April 2025 pukul 23.59 WIB.

 

Langkah ini rutin dilakukan setiap tahun untuk menjaga ketertiban dan menghormati umat Hindu Tengger yang menjalankan Catur Brata Penyepian, sekaligus memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk merayakan Lebaran dengan lebih tenang.  

 

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.