SURABAYA (Lentera) -Sepanjang 2025, ratusan proyek drainase dan pembangunan rumah pompa berhasil dirampungkan, sehingga jumlah titik genangan di Kota Pahlawan dilaporkan terus menyusut. Hal itu menunjukkan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menekan risiko banjir mulai menunjukkan hasil.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar seperti pengendalian banjir dan perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Surabaya pada 2025, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026.
“Pemerintah kota punya semangat yang sama dengan DPRD. Dari sekian banyak titik banjir, sekarang jumlahnya semakin berkurang. Harapannya masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah,” kata Eri dalam keterangan resminya, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, selama 2025, Pemkot Surabaya menuntaskan berbagai program pengendalian banjir, di antaranya pembangunan lima rumah pompa, pengerjaan saluran drainase di 233 titik, serta pengaspalan jalan di 24 lokasi dengan total panjang mencapai 10.285,83 meter.
Lima rumah pompa tersebut masing-masing memiliki kapasitas 3,5 meter kubik per detik dan dibangun di Jalan Dukuh Menanggal (Gayungan), Jalan Karah Agung (Jambangan), Jalan Ketintang Madya (Gayungan), Jalan Margorejo Indah (Wonocolo), serta Jalan Amir Mahmud (Gunung Anyar).
Menurut Eri, pengendalian banjir tidak cukup hanya mengandalkan saluran air. Keberadaan rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat aliran air menuju laut, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kalau hanya mengandalkan gravitasi, surutnya lama. Karena itu rumah pompa menjadi solusi utama,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga membangun saluran drainase sepanjang 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer yang tersebar di 233 titik. Beberapa ruas yang telah diselesaikan antara lain Jalan Karah sisi barat sepanjang 1.096 meter, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 sepanjang 883 meter, Jalan Raya Pagesangan sepanjang 630 meter, Outlet Raya Sambikerep sepanjang 850 meter, dan Siwalankerto Timur sisi timur sepanjang 900 meter.
Pekerjaan lainnya meliputi saluran di Diversi Taman Cahaya–Jalan Raya Pakal sepanjang 425 meter, Jalan Gayungsari Barat X sepanjang 1.102 meter, Lebak Permai III sepanjang 528 meter, Tambak Wedi Jaya III sepanjang 940 meter, serta Jalan Jemursari II sepanjang 570,90 meter. Upaya tersebut berkontribusi pada penurunan titik genangan hingga 38 lokasi.
Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek di kawasan rawan banjir agar rampung sebelum puncak musim hujan Januari–Februari 2026. Salah satunya di kawasan Pakal yang selama puluhan tahun kerap tergenang dan kini dinilai lebih aman.
Tahun depan, pembangunan drainase akan diprioritaskan di wilayah Sukomanunggal.
Eri pun mengajak masyarakat mendukung upaya tersebut dengan menjaga fungsi saluran air. Ia juga meminta camat dan lurah mengedukasi warga agar bangunan tidak melanggar batas lahan.
“Masih ada saluran yang tertutup bangunan. Saya minta camat dan LPMK mengingatkan warga agar rumahnya sesuai dengan surat tanah,” tegasnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan sepanjang 2025 terdapat ratusan proyek drainase yang dikerjakan, baik pembangunan baru maupun pelebaran saluran lama.
“Sekarang kapasitasnya kita perbesar, dari yang sebelumnya batu kali menjadi box culvert, agar daya tampung air meningkat,” ujarnya.
Untuk mendukung kinerja drainase, Pemkot Surabaya juga menyiagakan petugas rumah pompa selama 24 jam. Saat hujan, petugas fokus membersihkan saringan pompa dari sampah agar aliran air tetap lancar.
Saat ini, Surabaya memiliki total 81 rumah pompa, termasuk lima unit baru yang dibangun pada 2025. Setiap rumah pompa dijaga 4–8 petugas, tergantung kapasitasnya. Beberapa rumah pompa besar seperti di Greges dan Kalisari bahkan mampu mengalirkan hingga 21 meter kubik air per detik.
“Dengan penanganan maksimal ini, kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar upaya pengendalian banjir bisa berjalan optimal,” pungkas Syamsul.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





