SURABAYA (Lentera) - Serangan tiga pesawat nirawak (drone) yang diduga milik Ukraina menghantam sebuah kafe dan hotel di Wilayah Kherson. Serangna tersebut mengakibatkan 24 orang tewas dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, kata Gubernur Vladimir Saldo pada Kamis (1/1/2026).
"Malam ini, musuh [Ukraina] melakukan serangan drone terarah ke tempat warga sipil merayakan Tahun Baru. Tiga drone menghantam sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam di Khorly," kata Saldo, yang ditunjuk oleh Rusia sebagai gubernur di wilayah itu.
Dia menyebutkan bahwa data sementara ada lebih dari 50 orang terluka, 24 tewas dari serangan yang terjadi hampir tepat pada pergantian tahun. "Kami masih mengklarifikasi jumlahnya. Banyak yang terbakar hidup-hidup. Seorang anak tewas," ujarnya.
Api telah dipadamkan dan tim medis masih berjuang menyelamatkan nyawa para korban luka, katanya.
Meski berada di Ukraina, Kherson dikuasai oleh Rusia sebagai bagian resmi dari wilayahnya. Pada 30 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit aneksasi Kherson dan tiga wilayah Ukraina lainnya: Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhzhia.
Melansir antara, Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matvienko, pada Kamis (1/1/2026) mengatakan Rusia meminta komunitas internasional dan para pemimpin negara mengecam serangan tersebut.
Dia menandaskan bahwa tidak ada alasan yang bisa membenarkan serangan terhadap warga sipil pada malam perayaan Tahun Baru, katanya.
Matvienko menambahkan bahwa militer Ukraina mengetahui adanya warga sipil, termasuk anak-anak, di kafe itu, tetapi tetap melakukan serangan yang disengaja.
Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Ukraina tentang peristiwa itu. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





