SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengungkapkan penyebab banjir yang melanda sejumlah wilayah kota usai hujan deras pada Minggu (4/1/2026) malam, salah satnya kondisi tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning yang dinilai sudah kritis dan berisiko jebol jika menerima debit air berlebih.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan tanggul Sungai Pakis berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan pengamanan ekstra saat curah hujan tinggi.
“Tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning kondisinya kritis. Kalau menerima beban aliran air berlebih dari Mayjend Sungkono, ada potensi jebol. Kalau sampai jebol, penanganannya akan sulit karena dampaknya bisa sampai ke Jalan Diponegoro,” kata Syamsul ketika dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Untuk mencegah risiko tersebut, Pemkot Surabaya mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Pintu Air Padmosusastro guna mengurangi debit air yang masuk ke saluran Pakis.
“Kami tutup sementara pintu air Padmosusastro untuk mengamankan saluran Pakis. Risikonya memang ada potensi genangan di Mayjend Sungkono,” jelas mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya itu.
Syamsul menegaskan, penutupan pintu air hanya bersifat sementara hingga kondisi saluran Pakis dinyatakan aman. Setelah itu, pintu air kembali dibuka dan genangan di kawasan Mayjend Sungkono pun berangsur surut.
“Setelah saluran Pakis aman, pintu air kami buka kembali. Genangan di Mayjend Sungkono sisi selatan habis sekitar 15 menit,” tambahnya.
Ia merinci, genangan sempat terjadi di sisi selatan Jalan Mayjend Sungkono, tepatnya di depan Bank Danamon, dengan ketinggian air sekitar 15–20 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter.
"Untuk tanggulnya saat ini sudah di sandbag," tutupnya.
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu sore hingga malam dan menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang, bahkan beberapa wilayah dilaporkan banjir.
Salah satu titik genangan terjadi di Jalan Dukuh Kupang Utara. Air menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas tersendat dan memicu kemacetan.
Genangan juga dilaporkan muncul sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Simo Hilir, Karangrejo, dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter, serta di kawasan Pondok Candra yang mengarah ke Raya Rungkut Mapan. Kondisi serupa terjadi di Raya Rungkut Menanggal Harapan.
Selain itu, banjir juga terpantau di Jalan Hayam Wuruk dengan genangan sekitar 25 sentimeter, kawasan Simo–Banyuurip dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, serta Satelit Indah dengan genangan hampir setinggi pelat nomor sepeda motor. Di beberapa titik, kendaraan dilaporkan mogok.
Tak hanya banjir, hujan deras juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik Kota Surabaya, sehingga memperparah gangguan aktivitas warga dan lalu lintas.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





