Dianggap Unik dan Bawa Berkah, Patung Macan Putih di Kediri Ditawar Hingga Ratusan Juta Rupiah
KEDIRI (Lentera) - Dinilai unik dan membawa berkah, patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, semakin menyedot perhatian publik hingga ditawar ratusan juta rupiah.
Selain ramai menjadi bahan perbincangan di media sosial maupun kunjungan langsung di lokasi, banyak juga pihak yang berniat membelinya.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i mengatakan banyaknya calon pembeli itu sudah terjadi sejak awal-awal patung tersebut viral, nilainya pun beragam bahkan hingga ratusan juta Rupiah.
“Sejak awal sudah banyak yang nawar mau beli. Banyak yang menanyakan ke orang-orang atau datang langsung nawar ke saya,” ujar Safi'i pada Kompas.com dikutip, Senin (5/1/2026).
Apalagi saat keberadaan patung tersebut memantik terjadinya dua pihak, yakni pihak yang pro atau setuju dengan keberadaan patung maupun pihak yang tidak setuju karena menganggap jelek.
Bahkan, karena kuatnya dorongan untuk merobohkan patung tersebut, saat itu Kades Safi'i sudah bersiap menggantinya dengan patung yang baru.
Sebagaimana patung pertama yang anggarannya dari kocek pribadinya, patung baru yang bentuknya 90 persen lebih realistik itu juga dibelinya dari uang pribadi.
Karena adanya patung baru tersebut, kades menambahkan, semakin banyak pihak-pihak yang menawar patung yang lama bahkan dengan harga tinggi.
“Sampai sekarang juga banyak yang nawar. Padahal patungnya sudah tidak jadi dibongkar,” lanjutnya.
Perihal alasan para pihak yang hendak membelinya, kades mengaku tidak banyak menginformasinya lebih jauh. Hanya saja dari sejumlah penawar, karena besarnya perhatian publik dan menganggap patung tersebut membawa berkah.
“Katanya patungnya unik dan punya daya magis,” lanjut Kades.
Karena patung yang lama tidak jadi dibongkar dan bahkan dianggap membawa kesan positif bagi desa, sehingga tetap dibiarkan di lokasi awal.
“Patung baru nantinya akan ditempatkan di sebelahnya. Itu sebagai bentuk tanggungjawab saya dan terlanjur beli,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, patung macan putih di Desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat, karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.
Penggambaran anatomi tubuhnya, dirasa melenceng jauh dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah dan garang itu. Adanya sorotan tersebut, sempat membuat patung tersebut akan dirobohkan.
Namun urung dilakukan, karena ternyata malah dirasa mampu membawa dampak positif bagi desa. Yakni mulai dari melambungnya nama desa, hingga naiknya ekonomi warga sekitar.
Bahkan kini keberadaan patung tersebut semakin ramai pengunjung dan semakin banyak produk tiruan untuk diperdagangkan. Mulai dari gantungan kunci, balon terbang, hingga kaos.
Editor: Arief Sukaputra




