KEDIRI (Lentera) - Persik Kediri menahan imbang tim tamu Persib Bandung 1-1 dalam pertandingan Liga 1 Indonesia BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (5/1/2026) malam.
Gol tunggal Muhamad Firly pada menit 90+5 menyelamatkan Persik dari kekalahan, setelah Persib unggul sejak menit ke-68 berkat gol Saddil Ramdani melansir Antara, Selasa (6/1/2026).
Sejak kickoff kedua tim saling serang, Persib bermain agresif dan hampir menjebol gawang Persik. Tapi hingga akhir babak pertama, kedua tim sama kuat 0-0.
Pada babak kedua, tempo permainan makin meningkat. Saddil menjebol gawang Persik, setelah menerima umpan dari Berguinho pada menit ke-68.
Beberapa menit kemudian, Saddil malah menerima pil pahit setelah mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-81 setelah menebas kaki Yusuf Meilana dari belakang.
Unggul jumlah pemain, Persik menggempur Persib hingga menciptakan beberapa peluang sampai akhirnya Muhamad Firly menyamakan kedudukan 1-1 dari golnya yang ciptakan pada menit 90+5.
Kemenangan ini membuyarkan harapan Persib mencuri poin penuh dari kandang Persik, yang kini berada di peringkat ke-11 klasemen dengan 19 poin. Persib kini peringkat tiga dengan 35 poin.
Pelatih Persik Kediri, Arcos Reina Torres menyatakan satu poin dari laga ini, bukan hasil yang buruk dan sebaliknya patut diapresiasi.
"Satu poin dari Persib Bandung adalah hasil yang baik dan Persik Kediri sudah berusaha, berjuang. Dan, sebenarnya kami juga pantas menang, tapi tetap kembali ke awal satu poin bukanlah hasil yang buruk," kata Marcos.
Ia menyebut, Persib salah satu tim papan atas Super League sehingga menyadari hasil ini memicu timnya berkembang, terlebih lagi menghadapi tim selanjutnya, Arema Malang.
Sebaliknya, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak menyatakan tidak bahagia dengan hasil ini. Ia juga kecewa kepada wasit. Ia menargetkan, timnnya mencatat kemenangan di kandang Persik.
"Untuk pertama kalinya mungkin saya agak tidak bahagia. Saya kecewa dengan kepemimpinan wasit. Itu saja. Saya tidak mau berbicara lebih banyak lagi," kata Bojan.
Editor: Arief Sukaputra





