08 January 2026

Get In Touch

Trump Umumkan Otoritas Venezuela Sepakat Serahkan 30-50 Juta Barel Minyak ke AS

Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela. (Reutres)
Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela. (Reutres)

WASHINGTON (Lentera) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak ke AS. Uang dari transaksi itu akan digunakan untuk kepentingan rakyat kedua negara.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang berada di bawah sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Selasa (6/1/2026).

Trump menambahkan minyak itu akan dijual sesuai harga pasar. Kemudian uang hasil transaksi akan berada di bawah kendalinya sebagai Presiden Amerika Serikat. "...untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tambahnya.

Trump juga telah meminta Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera melaksanakan rencana tersebut.

Menurut dia, minyak itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung ke dermaga-dermaga bongkar muat di Amerika Serikat. “Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” ujar Presiden AS tersebut melansir antara.

Sebelumnya pada Senin (5/1/2026), Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika sangat tertarik untuk bekerja di Venezuela dan siap menanamkan investasi dalam infrastruktur negara tersebut.

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.