09 January 2026

Get In Touch

Sambut 45 Ribu Jamaah, Wali Kota Pastikan Stadion Gajayana Siap untuk Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (7/1/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (7/1/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan Stadion Gajayana siap digunakan untuk pelaksanaan Mujahadah Kubro pada 8 Februari 2026 mendatang. Dalam puncak acara rangkaian Harlah 1 Abad NU (1926-2026 M) tersebut, diperkirakan akan diikuti sekitar 45 ribu jamaah NU dari 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. 

"Kami sudah siap. Karena kemarin dari PWNU Jawa Timur sudah melakukan audiensi kepada kami. Selain itu, LP Maarif juga menunjuk saya sebagai Ketua Panitia Lokal untuk kegiatan ini," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditemui usai Kick-off Harlah 1 Abad NU, Unisma, Rabu (7/1/2026).

Sebagai bagian dari persiapan teknis, Pemkot Malang juga telah melakukan studi banding ke Kabupaten Sidoarjo yang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah rangkaian peringatan satu abad NU berdasarkan kalendar hijriah.

"Persiapannya, kami belajar ke Sidoarjo yang kemarin juga menggelar kegiatan serupa. Tentunya nanti kami akan terus berkoordinasi dengan Malang Raya terkait pengaturan stadion," tambahnya.

Wahyu menjelaskan, apabila kapasitas di dalam stadion tidak mencukupi untuk menampung jamaah yang hadir, panitia lokal bersama PWNU Jatim telah menyiapkan skenario penambahan tenda di luar area stadion. Dengan demikian, seluruh peserta tetap dapat mengikuti kegiatan tanpa kendala tempat.

Terkait potensi kepadatan lalu lintas, Wahyu menyampaikan pengaturan parkir dan jadwal kedatangan jamaah akan disusun secara bertahap. Selaku ketua panitia lokal, pihaknya berencana mengatur waktu kedatangan masing-masing Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) agar tidak terjadi penumpukan pada jam yang sama.

"Termasuk titik drop off dan lokasi parkirnya, semuanya akan diatur teknis," jelas Wahyu.

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU tingkat Jawa Timur, Maskuri Bakri menyampaikan tema peringatan satu abad NU kali ini adalah "Memperkokoh Jam’iyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban." Tema tersebut menjadi spirit utama seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Maskuri menambahkan, Mujahadah Kubro dipilih sebagai acara puncak karena memiliki makna mendalam bagi warga NU. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pendekatan spiritual atau taqarrub ilallah di tengah berbagai ujian yang sedang dihadapi Indonesia.

"Kita tahu saat ini Indonesia telah diuji Allah SWT dengan banyaknya bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, gempa, serta berbagai dinamika yang ada, termasuk di tubuh NU sendiri. Maka kita semua perlu meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah melalui mujahadah," ujar Maskuri.

Dijelaskannya, melalui ibadah bersama tersebut diharapkan Tuhan Yang Maha Esa (YME) dapat menghentikan berbagai bencana dan persoalan yang terjadi sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup aman, tenteram, dan sejahtera.

Menurutnya,  kegiatan akan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan pemberian ijazah amalan dari para masyayikh atau ulama sepuh NU. Selanjutnya, tepat pukul 05.00 WIB kegiatan inti Mujahadah Kubro akan dimulai dan ditargetkan selesai maksimal pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

"Insyaallah jam 03.00 pagi akan ada ijazah yang diberikan para masyayikh. Di jam 05.00 kita mulai mujahadah, dan mudah-mudahan jam 08.00 atau 09.00 kegiatan sudah bisa terselesaikan," terang Maskuri.

"Oleh karenanya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan daerah Malang Raya, terkhusus Pak Wali Kota Malang yang sangat mendukung kegiatan ini," imbuh Maskuri. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.