SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar Perayaan Natal Kota Surabaya, sebagai wujud komitmen menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini, akan dilaksanakan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Perayaan Natal Kota Surabaya tahun ini mengusung tema Christmas – Love in God, Harmony Together (C-LIGHT), yang dimaknai sebagai simbol kasih Tuhan yang menerangi kehidupan bersama, serta memperkuat persaudaraan lintas iman di Kota Pahlawan.
Rangkaian acara akan diawali dengan open gate pukul 15.00 WIB, dilanjutkan dengan ibadah Perayaan Natal mulai pukul 18.00 WIB. Firman Natal akan disampaikan oleh Ps. Philip Mantofa, sementara pesan Natal akan dibawakan oleh Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru mengatakan Perayaan Natal Kota Surabaya ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota, dalam merawat nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan antarumat beragama.
“Perayaan Natal ini tidak hanya sebagai ibadah keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh umat Kristiani di Surabaya. Ini adalah wujud nyata Surabaya sebagai kota toleransi,” kata Tundjung, Kamis (8/1/2026).
Tundjung menjelaskan, Pemkot Surabaya mengundang seluruh umat Kristiani, baik dari kalangan Kristen maupun Katolik, untuk hadir dan merayakan Natal bersama di Balai Kota. Melalui perayaan ini, diharapkan semangat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Surabaya semakin menguat.
“Melalui Perayaan Natal Kota Surabaya ini, kami berharap terbangun kerukunan yang semakin harmonis. Kebersamaan dalam perayaan keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan masyarakat,” jelasnya.
Selain ibadah, Perayaan Natal Kota Surabaya juga akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas. Sejumlah pelajar Kristiani Surabaya akan tampil membawakan pujian, paduan suara, serta pertunjukan seni bertema Natal.
Menurut Tundjung, keterlibatan pelajar menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda agar sejak dini memahami nilai kasih, toleransi, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami melibatkan pelajar Kristiani agar mereka dapat mengekspresikan sukacita Natal sekaligus belajar tentang pentingnya hidup rukun dalam keberagaman,” ungkapnya.
Ia berharap, keikutsertaan pelajar dalam perayaan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kebanggaan, serta mempererat kebersamaan antar sesama umat Kristiani. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi nilai-nilai persaudaraan bagi generasi muda.
Tak lupa, Tundjung mengimbau seluruh peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik serta membawa barang secukupnya demi kenyamanan bersama. Orang tua yang membawa anak-anak juga diminta memastikan kebutuhan putra-putrinya telah dipersiapkan.
“Kami berharap seluruh rangkaian Perayaan Natal Kota Surabaya dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh sukacita, serta menjadi momentum refleksi dan penguatan nilai kasih dan harmoni di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





