PALANGKA RAYA (Lentera) – Sepanjang tahun 2025, tercatat kunjungan wisatawan ke Kota Palangka Raya menembus angka 644.270 orang. Capaian ini mendapat respons positif dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, yang mengatakan peningkatan jumlah wisatawan tersebut patut mendapat apresiasi.
"Namun pemerintah daerah jangan cepat berpuas diri, karena angka wisatawan tersebut masih terkonsentrasi pada libur panjang dan akhir pekan saja," papar Arif, Kamis (15/1/2026).
Ia melanjutkan, di balik lonjakan tersebut, masih tersimpan persoalan mendasar, dimana kunjungan yang belum merata dan cenderung musiman.
Arif mengatakan jika angka kunjungan wisatawan yang meningkat memang merupakan kabar baik. Tapi jika peningkatan kunjungan hanya di saat musim liburan, artinya pengelolaan dan promosi wisata belum berjalan optimal.
Ia berpendapat, kondisi ini menjadi sinyal perlu adanya strategi yang lebih matang agar destinasi wisata di Palangka Raya tetap hidup pada hari biasa maupun saat low season.
"Kami meminta agar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) agar lebih kreatif menghadirkan agenda wisata yang berkelanjutan," tuturnya.
Ia menyarankan dilakukannya penguatan event rutin, promosi berbasis komunitas, hingga pengembangan wisata edukasi dan budaya, yang bisa menarik pengunjung kapan saja, tidak hanya pada momen tertentu.
Selain menyangkut program, Arif juga menekankan pentingnya pembenahan sarana dan prasarana wisata, seperti akses jalan, kebersihan kawasan, hingga fasilitas pendukung. Hal ini dinilai berperan besar untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan.
"Apabila dikelola secara konsisten, pariwisata bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, yang bukan hanya ramai secara musiman," ungkapnya.
Arif menambahkan, dengan menjadikan data kunjungan 2025 sebagai bahan evaluasi, sektor pariwisata Palangka Raya pada 2026 diharapkan bisa tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.
“DPRD mendukung penuh pengembangan pariwisata, selama tujuannya jelas, yaitu pemerataan kunjungan, peningkatan PAD, serta dampaknya benar-benar bisa dirasakan masyarakat di sekitar lokasi wisata,” pungkasnya.
Reporter : Novita





