16 March 2026

Get In Touch

Kemiskinan Multidimensi Harus Dihadapi, Diantaranya Transformasi Pembangunan Menyeluruh

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa

PALANGKA RAYA (Lentera) – Kemiskinan multidimensi menjadi tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah daerah di tahun 2026. 

Pendapat ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mengatakan permasalahan ini tidak dapat diatasi hanya melalui pendekatan parsial, namun membutuhkan transformasi pembangunan yang menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor terkait.

“Kemiskinan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi semata, karena itu kemiskinan multidimensi adalah tantangan utama 2026 dalam transformasi pembangunan menyeluruh,” papar Debora, Senin (19/1/2026).

Lebih lanjut ia menuturkan, kemiskinan multidimensi mencakup berbagai aspek, antara lain akses terhadap pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta kesempatan kerja yang layak.

Debora menyarankan beberapa langkah strategis untuk menangani kemiskinan multidimensi, diantaranya penyusunan peta kemiskinan yang rinci per kelurahan, penyelarasan program dari berbagai dinas terkait, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.

Selain itu ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis keluarga, di mana setiap rumah tangga yang tergolong miskin mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifiknya.

"Kami mengajak pemerintah kota, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha untuk bekerja sama secara sinergis guna mendukung transformasi pembangunan menyeluruh," ucapnya.

Dengan berkolaborasi, diharapkan dapat menghasilkan inovasi dalam penanggulangan kemiskinan, seperti pengembangan program pelatihan kerja yang terhubung dengan kebutuhan pasar, serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas unggulan daerah.

Debora menegaskan, setiap langkah yang diambil harus berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mencapai target penurunan angka kemiskinan.

“Pembangunan harus dipastikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi golongan yang sangat membutuhkan,” pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.