SURABAYA (Lentera) - Sebanyak lima warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) kapal Liao Dong Yu 578 berbendara China ikut disandra oleh perompak di perairan Bandarbeyla, Puntland, Somalia pada 31 Desember 2025.
"Saat ini terdapat lima ABK WNI dan 14 ABK kapal warga negara lainnya yang berada dalam kapal tersebut," kata Plt Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengutip Tempo, Selasa (20/1/2026).
Untuk melakukan penyelamatan lima WNI tersebut, Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Nairobi, Kenya, masih terus berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Somalia.
Selain itu, juga berkoordinasi dengan otoritas Somalia serta pihak perusahaan pemilik kapal untuk membebaskan para abk yang masih disandera oleh para perompak.
Para perompak diduga menyerang kapal penangkap itu pada sore hari, 31 Desember 2025. Sebelumnya, kapal Liao Dong Yu 578 diduga pernah mengalami pembajakan di perairan Eyl Nugal, Puntland pada November 2024.
Dalam perompakan 2024 itu, kapal dan para kru akhirnya dilepaskan pada 13 Januari 2025 setelah perusahaan membayar tuntutan pembajak senilai US$ 2 juta. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




