30 January 2026

Get In Touch

Tekanan Angin Kencang Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk

Dispendik Surabaya melakukan pengecekan di lokasi kejadian plafon ambruk.
Dispendik Surabaya melakukan pengecekan di lokasi kejadian plafon ambruk.

SURABAYA (Lentera) -Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 di Jalan Kalilom Lor Indah No. 248, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya ambruk pada Rabu (28/1/2026) pagi, diduga akibat tekanan angin kencang yang menerpa gedung lantai tiga sekolah tersebut. 

Meski kejadian terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan seluruh siswa dalam kondisi aman.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat siswa kelas VII E tengah mengikuti pembelajaran literasi. Usai kejadian, para siswa langsung dievakuasi dan kegiatan belajar dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dispendik Kota Surabaya, Ahmad Syahroni, mengatakan tekanan angin di lantai tiga gedung SMPN 60 cukup tinggi sehingga mendorong plafon ke bawah.

“Tekanan anginnya cukup kuat. Setelah dicek, ada peluang angin masuk dari atas plafon sehingga menekan ke bawah dan menyebabkan plafon runtuh,” kata Syahroni dalam keterangan resminya, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, plafon yang runtuh berbahan gypsum dan sudah berusia cukup lama. Ke depan, Dispendik Surabaya akan menggantinya dengan material yang lebih ringan dan aman.

“Nanti plafonnya kita tutup dan diganti dengan bahan yang lebih ringan, seperti triplek. Kondisi rangka besinya sebenarnya masih baik, tidak bengkok dan tidak ada kebocoran,” tambahnya.

Syahroni menyebutkan, sebagian ruang kelas lain di SMPN 60 Surabaya sebelumnya sudah menggunakan plafon berbahan triplek, sementara ruang kelas yang terdampak memang belum sempat dilakukan penggantian.

Jumlah siswa di kelas tersebut sekitar 32 orang. Tidak ada siswa yang tertimpa secara langsung, namun sejumlah siswa sempat mengalami kepanikan dan trauma akibat kejadian tersebut.

“Tidak ada luka fisik karena tidak ada benda tajam. Anak-anak hanya kaget dan panik,” sebutnya.

Untuk memastikan kondisi psikologis siswa, pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas setempat serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP5APPKB) Kota Surabaya untuk memberikan pendampingan psikologis.

Saat ini, puing-puing plafon yang runtuh telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Sementara itu, kegiatan belajar siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya dipindahkan ke ruang lain agar pembelajaran tetap berjalan dengan aman dan kondusif.

Selain tenaga medis dan psikolog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya juga disiagakan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.

“BPBD juga siap siaga di lokasi jika sewaktu-waktu terjadi angin kencang susulan,” pungkas Syahroni.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.