30 January 2026

Get In Touch

Dugaan Keracunan 300 Siswa di Cianjur, Satgas MBG Hentikan Operasional Tiga SPPG

Ratusan anak dari sejumlah SD di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat perawatan di Puskesmas Cijagang karena diduga keracunan makanan setelah menyantap menu MBG, Selasa (27/1/2026). (foto:ist/Ant)
Ratusan anak dari sejumlah SD di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat perawatan di Puskesmas Cijagang karena diduga keracunan makanan setelah menyantap menu MBG, Selasa (27/1/2026). (foto:ist/Ant)

CIANJUR (Lentera) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menutup sementara tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan, Kadupandak, Pegelaran, dan Cikalongkulon pascakeracunan 300 orang siswa SD.

Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan mengatakan penutupan dilakukan hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Cianjur atau BPOM ke luar, serta pihaknya melakukan sejumlah investigasi mendalam ke tiga SPPG.

"Tiga mitra penyedia MBG yang ditutup sementara SPPG Sukagalih-Cikalongkulon, Sindangkerta 3 Pagelaran, dan Gandasari-Kadupandak, sedangkan investigasi difokuskan pada pengecekan ulang mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepak-kan," katanya di Cianjur melansir Antara, Rabu (28/1/2026) malam.

Tim dari Dinas Kesehatan Cianjur yang memiliki ranah teknis sudah diturunkan, untuk mengambil sampel sisa makanan. Ketika terbukti ada kelalaian prosedur, pihak pengelola akan diberikan edukasi sebelum kembali diizinkan beroperasi.

Selama ini, ungkapnya, sistem pengawasan di setiap dapur sudah berlapis, melibatkan kepala dapur, ahli gizi, hingga Koordinator Kecamatan (Korcam), namun pemeriksaan menyeluruh tetap dilakukan untuk memastikan titik permasalahan.

"Jangan sampai keracunan kembali menimpa siswa sebagai penerima manfaat, sehingga edukasi akan lebih ditekankan pada pengelola dan petugas SPPG sebelum kembali diizinkan beroperasi," katanya.

Sebelumnya, tercatat sekitar 300 orang siswa di tiga kecamatan mendapat perawatan medis, pada Selasa (27/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026) pagi, sebagian besar sudah kembali pulang ke rumah setelah dinyatakan pulih dan tetap mendapat pengawasan dari tenaga kesehatan di pusat layanan kesehatan masyarakat.

Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menelusuri penyebab kasus dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 300 siswa di tiga kecamatan di Cianjur yang sebagian besar sudah kembali pulih setelah mendapat pertolongan medis.

Koordinator Wilayah BGN Cianjur, Sirojudin mengatakan pascakejadian ratusan siswa mengalami keracunan di tiga kecamatan, Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon pihaknya mengambil sampel makanan dan muntahan korban untuk dikirim ke laboratorium.

"Kami sudah mengirim sampel makanan dan muntahan korban keracunan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan, guna memastikan penyebabnya," katanya di Cianjur, Rabu (28/1/2026).

Sehingga pihaknya belum dapat memastikan penyebabnya, karena hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntahan dari laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari ke depan, namun penanganan tetap dilakukan mengacu pada prosedur yang berlaku.

Seperti diberitakan, sekitar 300 orang siswa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis di tiga kecamatan di Cianjur, mengalami gejala keracunan, sehingga mendapat perawatan dan penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Sebagian besar mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare usai beberapa jam menyantap menu MBG yang dibagikan, pada Selasa (27/1/2026) berupa menu ayam bumbu yang mengeluarkan bau tidak sedap menurut salah satu orang tua siswa.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.