02 February 2026

Get In Touch

Serahkan Bonus pada Atlet SEA Games 2025, Gubernur Khofifah Minta Raih Prestasi Lebih Tinggi Lagi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa foto bersama para atlet yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Tailand, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/1/2026)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa foto bersama para atlet yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Tailand, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (30/1/2026)

SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada para atlet Jawa Timur yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Tailand. Bunus tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat(30/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah meminta agar prestasi para atlet harus terus dikembangkan dan keberhasilan di SEA Games harus menjadi pijakan untuk meraih prestasi di ajang yang lebih tinggi.

Bonus dan apresiasi tersebut diberikan kepada 100 atlet peraih medali, 34 atlet nonmedali, serta 27 pelatih. Besaran bonus disesuaikan dengan kategori dan jenis medali yang diraih, baik nomor perorangan maupun beregu.

Secara keseluruhan, Jawa Timur menjadi kontributor utama kontingen Merah Putih dengan menyumbangkan 99 medali dari total 134 atlet yang tergabung dalam tim nasional. Raihan tersebut terdiri dari 34 emas, 35 perak, dan 35 perunggu, atau setara 34 persen dari total medali emas Indonesia di SEA Games 2025.

“Terima kasih untuk seluruh pelatih dan atlet yang sangat luar biasa atas dedikasi dan kontribusi serta kerja keras yang luar biasa membawa harum negeri ini, mengibarkan merah putih adalah sesuatu yang mulia, mudah–mudahan terus bisa dijaga, ditingkatkan, berkarya pada forum yang sangat prestisius di dunia dan bisa menjadi juara di tingkat olimpiade,” kata Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Khofifah juga mengatakan bahwa capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari disiplin, konsistensi latihan, serta dukungan ekosistem olahraga yang terus dibangun di Jawa Timur.

“Alhamdulillah mereka kerja keras luar biasa. Pelatihnya, atletnya, kita bisa berkontribusi untuk nasional 34 emas, 35 perak, dan 35 perunggu. Saya rasa kita menemukan atlet yang luar biasa,” ujar Khofifah.

Atlet yang menjadi sorotan pada momen tersebut adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet triathlon Jawa Timur ini berhasil meraih lima medali emas dan dua medali perak. Menurut Khofifah, Martina adalah contoh nyata bibit atlet masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Martina di triathlon bisa dapat lima emas dan dua perak. Umurnya baru 22 tahun. Dengan energi seperti itu, peluang untuk terus berkarya dan berprestasi masih sangat luas. Tapi tentu harus dijaga, kedisiplinannya, pelatihnya, dan ekosistem cabang olahraganya,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa prestasi para atlet ini harus terus dikembangkan. Prestasi internasional tidak boleh berhenti pada satu momentum, maka keberhasilan di SEA Games harus menjadi pijakan untuk meraih prestasi di ajang yang lebih tinggi.

“Kita berharap atlet-atlet ini terus sukses di ajang internasional lainnya. Ini bukan hanya soal medali, tapi soal membangun karakter juara,” ucapnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bonus sebesar Rp 409.500.000. pada Martina Ayu Pratiwi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bonus sebesar Rp 409.500.000. pada Martina Ayu Pratiwi.

Sementara itu, dengan prestasi yang berbasil dirahnya, Martina Ayu Pratiwi mendapat bonus sebesar Rp 409.500.000. “Sebagai putri Jawa Timur yang diberi kepercayaan membawa nama daerah dan bangsa di SEA Games 2025, bagi saya ini adalah pengalaman pertama yang sangat berharga,” tutur Martina.

Menurutnya perjalanan menuju podium tidaklah mudah karena penuh tantangan. Tapi, yang selalu menguatkannya adalah dukungan dan doa dari Jawa Timur. "Terima kasih setulus-tulusnya kepada Ibu Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur atas perhatian dan pembinaan yang diberikan,” katanya.

Martina menegaskan bahwa bonus yang diterima bukan sekadar penghargaan material, melainkan amanah dan motivasi untuk terus berprestasi.

“Saat Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang, yang kami rasakan hanya satu: ini untuk Indonesia dan ini untuk Jawa Timur. Ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal komitmen kami untuk terus menginspirasi generasi Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Koni Jatim, M. Nabil juga menyampaikan terima kasih pada atlet dan pelatih yang sudah berkontribusi dan sudah berkhidmat mengabdi untuk Indonesia mewakili Jawa Timur. “Terus berkarier, terus berprestasi, dan selalu membawa nama baik Indonesia di kancah internasional dalam bidang olahraga,” kata Nabil.

Dalam kesempatan tersebut, bonus diberikan kepada 100 atlet peraih medali, 34 atlet nonmedali, serta 27 pelatih. Besaran bonus disesuaikan dengan jenis dan kategori medali yang diraih. Untuk nomor perorangan, atlet peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp73.125.000, perak Rp43.625.000, dan perunggu Rp24.150.000.

Adapun besaran bonus yang diberikan, untuk perorangan peraih medali emas sebesar Rp.73.125.000, peraih medali perak sebesar Rp.43.625.000, dan peraih medali perunggu sebesar Rp.24.125.000.

Untuk beregu 2-3 orang, peraih medali emas mendapat bonus Rp.68.250.000, peraih medali perak mendapat bonus Rp.39.000.000, dan peraih perunggu memperoleh bonus sebesar Rp.19.500.000.

Untuk beregu 4-6 orang, peraih medali emas mendapat bonus Rp.63.375.000, peraih medali perak mendapat bonus Rp.34.125.000, dan peraih perunggu memperoleh bonus sebesar Rp.14.625.000.

Untuk beregu lebih 6 orang, peraih medali emas mendapat bonus Rp.58.500.000, peraih medali perak mendapat bonus Rp.29.250.000, dan peraih perunggu memperoleh bonus sebesar Rp.12.187.000. (*)


Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.