02 February 2026

Get In Touch

Capai 51.383 Ton, Stok Beras Bulog Malang Aman hingga Lebaran 2026

Kepala Bulog Cabang Malang, Nurjuliansyah. (Santi/Lentera)
Kepala Bulog Cabang Malang, Nurjuliansyah. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Malang memastikan ketersediaan beras di wilayah Malang Raya dan sekitarnya dalam kondisi aman hingga momen Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2026. Total stok beras yang ada di Gudang Bulog Malang saat ini mencapai 51.383 ton.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah, mengatakan puluhan ribu ton beras tersebut merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di empat gudang Bulog yang berada di wilayah kerja Bulog Malang.

"Kondisinya sangat aman sampai Lebaran karena stok di empat gudang masih 51.383 ton dan seluruhnya merupakan CBP," ujar Nurjuliansyah, Sabtu (31/1/2026).

Dijelaskannya, stok beras CBP tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Selain itu, Bulog Malang juga melayani pendistribusian beras ke Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.

Dalam operasional hariannya, pria yang akrab dengan sapaan Hanung, ini mengatakan volume beras yang didistribusikan ke berbagai wilayah tersebut berkisar antara 80 hingga 100 ton per hari, menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar.

Meski stok dinilai mencukupi untuk kebutuhan hingga Lebaran, Bulog Malang tetap berencana melakukan penambahan ketersediaan beras. Hal ini sejalan dengan target pengadaan beras yang dibebankan kepada Bulog Malang pada tahun 2026.

"Pada 2026, Bulog Malang ditargetkan mampu melakukan pengadaan beras hingga 76 ribu ton. Jadi memang akan ada penambahan stok," jelasnya.

Lebih lanjut, Hanung mengatakan CBP yang didistribusikan merupakan beras jenis medium. Di mana beras tersebut dapat disalurkan melalui Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.

Hanung juga menyebutkan, harga beras medium di gudang Bulog Malang saat ini belum mengalami kenaikan, yakni berada di kisaran Rp11.000 per kilogram serta Rp55.000 untuk kemasan 5 kilogram.

Namun demikian, Hanung mengungkapkan izin pelaksanaan program SPHP saat ini hanya berlaku hingga 31 Januari 2026. Untuk kelanjutan program setelah tanggal tersebut, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

"Untuk selanjutnya kami belum menerima arahan. Untuk harga, sejauh ini masih stabil, tidak ada perubahan," katanya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.