YOGYAKARTA (Lentera) - Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan satu kali awan panas guguran pada Minggu 1 Februari 2026, dari pukul 12.00 WIB-18.00 WIB .
Berdasarkan laporan, jarak luncur awan panas guguran itu maksimum sejauh 1.500 meter ke arah Kali Boyong.
"Teramati satu kali awan panas guguran ke arah (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso dalam laporan aktivitas Gunung Merapi pukul 12.00 WIB -18.00 WIB melansir Kompas.com, Minggu (1/2/2026).
BPPTKG mencatat, awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 13.48 WIB. Gunung Merapi Tercatat Keluarkan Satu Kali Awan Panas Guguran pada Minggu Siang.
Selain itu, BPPTKG menyebut, awan panas guguran tercatat dengan amplitudo 16 mm dan durasi 150,98 detik. Data kegempaan Gunung Merapi periode pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB, untuk awan panas guguran satu dengan amplitudo 16 mm, durasi 150,98 detik.
Kemudian, guguran sebanyak 18 kali dengan amplitudo 2 mm-13 mm, durasi 73,05 detik-155 detik. Hybrid/fase banyak 15 kali dengan amplitudo 2 mm-23 mm, S-P 0,3 detik-0,8 detik, duasi 13.55 detik - 55.59 detik.
Dengan terjadinya awan panas guguran, BPPTKG masih menetapkan aktivitas Gunung Merapi pada level III atau siaga.
BPPTKG lantas mengeluarkan imbauan, bahwa potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas berada pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer (km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Editor: Arief Sukaputra





