Trotoar Depan RSUD Caruban Dipenuhi PKL dan Parkir Motor, Akses Pejalan Kaki dan Difabel Terhambat
MADIUN (Lentera) -Trotoar di depan RSUD Caruban saat ini dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) dan deretan parkir sepeda motor, Selasa (4/2/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya akses pejalan kaki, termasuk penyandang difabel, yang seharusnya menggunakan fasilitas trotoar.
Pantauan di lokasi, lapak PKL berdiri memanjang di atas trotoar, sementara sepeda motor diparkir berjajar tepat di sisi jalan. Akibatnya, pejalan kaki dan difabel terpaksa melintas di badan jalan.
Di lapangan juga muncul dugaan adanya oknum yang memanfaatkan area trotoar tersebut untuk aktivitas jualan. Dampaknya, hak pengguna jalan khususnya pejalan kaki dan difabel tidak dapat terpenuhi karena akses yang semestinya tersedia menjadi tertutup.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Hamdanu Yogiaryoko, mengatakan rambu larangan parkir di kawasan tersebut belum terpasang. Saat ini, penanda yang tersedia berupa marka jalan berwarna kuning serta rambu khusus difabel.
“Yang ada baru marka dicat kuning dan rambu untuk difabel,” ujar Hamdanu. Ia menyebutkan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas penataan parkir dan keberadaan PKL di sekitar rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun Imam Nurwedi hingga berita ini ditulis, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait langkah penertiban PKL di trotoar depan RSUD Caruban.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH




