DPRD Akui Lowokwaru Jadi Episentrum Persoalan Urban di Kota Malang, Ini 5 Masalah Prioritas
MALANG (Lentera) - Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengakui Kecamatan Lowokwaru sebagai episentrum persoalan urban di Kota Malang. Dalam Musrenbang Kecamatan Lowokwaru, ia menyoroti 5 masalah prioritas yang dinilai paling mendesak untuk dituntaskan.
"Permasalahan perkotaan atau permasalahan urban, itu ada di Lowokwaru. Seperti yang disampaikan Pak Wali juga, kita punya banyak kampus di kecamatan Lowokwaru, pendatang juga banyak, dan lain sebagainya sehingga permasalahan perkotaan banyak di sini," ujar Amithya, Rabu (4/2/2026).
Perempuan yang akrab dengan sapaan Mia, ini menilai forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) menjadi momentum penting untuk melihat perbedaan kebutuhan antar kecamatan di Kota Malang. Sebab, menurutnya, persoalan yang dihadapi setiap wilayah tidak bisa disamaratakan.
"Saat ini di Lowokwaru menurut saya ada lima permasalahan yang harapannya bisa terselesaikan," tegasnya.
Kelima persoalan prioritas tersebut meliputi:
- Konflik sosial
- Persoalan drainase
- Penanganan lingkungan dan persampahan
- Penguatan UMKM atau ekonomi lokal
- Persoalan parkir dan lalu lintas.
Mia berharap, pada Musrenbang tingkat kota nanti, usulan dari Kecamatan Lowokwaru dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat, mengingat karakter tiap kecamatan di Kota Malang berbeda.
"Yang jelas lima hal ini harus menjadi perhatian kita. Pemkot harus punya program kebijakan yang mengena di masing-masing kebutuhan itu," tambahnya.
Senada dengan Mia, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui dinamika di Lowokwaru merupakan yang paling tinggi dibanding kecamatan lain di Kota Malang.
"Mulai dari permasalahan kepadatan penduduknya, jumlah perguruan tinggi yang ada, dan lain sebagainya. Jadi memang yang harus banyak kita perhatikan di Lowokwaru," jelas Wahyu.
Menurutnya, persoalan yang paling menonjol adalah dinamika penduduk. Pasalnya, diketahui beberapa kasus seperti tawuran antar pendatang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Namun demikian, Pemkot Malang, kata Wahyu, telah melakukan pendekatan sosial melalui moderasi. Serta melibatkan berbagai kelompok masyarakat lintas suku dan komunitas yang ada di Lowokwaru.
"Untuk mengatasi itu kami melibatkan moderasi, ada perkumpulan-perkumpulan, kelompok-kelompok antar suku dan lain-lain. Itu ada pendekatan kepada mereka. Alhamdulillah semuanya sudah berjalan," katanya.
Wahyu juga menegaskan, pelaksanaan Musrenbang Kecamatan harus benar-benar menampung usulan prioritas masyarakat yang nantinya dapat direalisasikan dalam program pembangunan.
Reporter: Santi Wahyu|Edito: Arifin BH




