06 February 2026

Get In Touch

Usai Raih Predikat 'The Encourager' dari SDGs, Pemkot Palangka Raya Bidik Target Lebih Tinggi

Pemkot Palangka Raya Raih Penghargaan 10 Besar Pencapaian SDGs
Pemkot Palangka Raya Raih Penghargaan 10 Besar Pencapaian SDGs

PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya meraih penghargaan masuk 10 besar di Indonesia sebagai kota dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), dengan perolehan skor sebesar 65,16 dan dikategorikan sebagai "The Encourager". 

Setelah sukses meraih predikat "The Encourager", Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menetapkan target untuk naik kelas dalam pemenuhan target pembangunan berkelanjutan.

"Berikutnya Pemkot membidik kategori yang lebih tinggi, yakni "The Innovator" (skor 80-90) atau bahkan "The Revolutioner" (skor 90-100)," papar Fairid, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, target ini dicanangkan sebagai wujud konsistensi kota dalam memimpin transformasi pembangunan di tingkat nasional.

Dimana untuk mencapai level "The Innovator", Pemkot harus melampaui rata-rata skor kota saat ini dan terus memperkecil jarak dengan skor kota terbaik di Indonesia.

Untuk meraihnya, perlu dilakukan terobosan baru yang tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi menciptakan solusi kreatif terhadap tantangan perkotaan.

"Peningkatan performa pada setiap indikator Goals dalam grafik SDGs menjadi fokus utama dalam evaluasi kebijakan mendatang," ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut akan diperkuat melalui pengembangan program-program unggulan seperti "SORGUM SUPER FOOD MASA DEPAN (SOFOOD MAPAN)" yang telah terbukti memberikan kontribusi positif.

Pemkot berencana mereplikasikan keberhasilan program pangan ini ke sektor lainnya, guna memastikan setiap inovasi yang lahir dapat diukur secara akurat melalui data indikator SDGs yang selama ini telah berhasil terisi 100 persen.

"Dengan mempertahankan integritas data dan memperkuat sinergi lintas sektor, Kota Palangka Raya berpeluang besar untuk melompat ke posisi papan atas dan menjadi motor revolusi pembangunan berkelanjutan yang inklusif," ucapnya.

Ia menyatakan, target untuk menaikkan peringkat menjadi tantangan bagi seluruh perangkat daerah untuk lebih transparan dan akuntabel dalam pelaporan hasil kerja melalui platform Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM).

Fairid menekankan, predikat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari peningkatan kualitas hidup masyarakat yang nyata di lapangan, mulai dari sektor lingkungan hingga kesejahteraan sosial.

"Perjalanan menuju "The Innovator" menjadi komitmen jangka panjang untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota percontohan global," tutupnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.