11 February 2026

Get In Touch

Point Nemo, Titik Tersunyi Bumi yang Jadi Peristirahatan Terakhir ISS

Point Nemo, Titik Tersunyi Bumi yang Jadi Peristirahatan Terakhir ISS

SURABAYA ( LENTERA ) - Selama lebih dari dua dekade, Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) telah menjadi rumah bagi manusia di orbit Bumi. Sejak diluncurkan pada 1998 dan dihuni secara permanen mulai 2 November 2000, ISS menandai era panjang keberadaan manusia di luar angkasa tanpa jeda.

Namun, sebagaimana semua misi besar dalam sejarah, perjalanan ISS juga memiliki batas akhir.
Setelah masa operasinya diperpanjang hingga 2030, stasiun antariksa raksasa ini dijadwalkan untuk dipensiunkan pada 2031. Tempat peristirahatan terakhirnya bukanlah museum atau daratan, melainkan sebuah titik paling terpencil di planet ini yaitu Point Nemo.
Point Nemo dikenal sebagai oceanic pole of inaccessibility, yaitu titik di lautan yang paling jauh dari daratan mana pun di Bumi. Lokasinya berada di Samudra Pasifik Selatan, ribuan kilometer dari wilayah berpenghuni. 

Tiga daratan terdekat dari Point Nemo Pulau Ducie, Motu Nui di dekat Pulau Paskah, dan Pulau Maher di Antarktika masing-masing berjarak sekitar 2.700 kilometer. Jarak ekstrem ini membuat Point Nemo kerap dijuluki sebagai tempat paling sunyi di dunia.
Ironisnya, manusia terdekat dari titik ini dalam kondisi normal justru bukan pelaut atau penduduk pulau, melainkan para astronaut di ISS yang melintas di orbit Bumi, ratusan kilometer di atas permukaan laut.

Pada 2024, duo petualang ayah dan anak, Chris dan Mika Brown, berani mengunjungi Point Nemo secara langsung. Keluarga Brown dikenal gemar menjelajahi “kutub keterpencilan”, baik di darat maupun di laut yakni titik-titik yang paling jauh dari akses manusia.
Namun, perjalanan menuju Point Nemo tidaklah mudah. Mereka harus menumpang kapal dan berlayar hampir sepuluh hari melintasi Samudra Pasifik Selatan yang terkenal dengan kondisi cuaca ekstrem. “Di bawah lintang 40 derajat selatan, tidak ada hukum. Di bawah 50 derajat, tidak ada Tuhan,” ujar Mika Brown untuk menggambarkan kerasnya kondisi laut.

Point Nemo sendiri berada di sekitar lintang 49 derajat selatan, wilayah yang sepenuhnya terbuka terhadap badai dan gelombang besar. Gelombang laut setinggi enam hingga delapan meter terus menghantam kapal. Setiap sekitar 13 detik, kapal terasa seolah dijatuhkan dan diangkat kembali oleh ombak. Mabuk laut, muntah, dan kelelahan menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.

Salah satu alasan utama Point Nemo dipilih sebagai lokasi “pemakaman wahana antariksa” adalah kedalaman lautnya yang sangat ekstrem. Di titik ini, laut memiliki kedalaman sekitar empat kilometer. Kondisi tersebut menjadikannya lokasi ideal untuk menjatuhkan sisa-sisa pesawat luar angkasa tanpa membahayakan manusia maupun jalur pelayaran.

Sejak 1971, lebih dari 260 wahana antariksa, termasuk satelit dan stasiun luar angkasa lama, telah diarahkan jatuh ke wilayah sekitar Point Nemo. Meskipun secara teknis dapat dikunjungi, pengalaman berada di perairan ini jelas bukan untuk semua orang.
“Aku tidak suka air yang dalam,” kata Mika. Ia bahkan menolak menggunakan kacamata renang dan memilih untuk tidak menenggelamkan kepalanya ke dalam air.

Mengapa Dipilih NASA?
Keterpencilan yang ekstrem, minimnya aktivitas manusia, serta kedalaman laut yang besar menjadikan Point Nemo lokasi ideal untuk proses penurunan orbit secara terkendali (controlled deorbit). 

Saat ISS diturunkan dari orbitnya pada 2031, sebagian besar strukturnya akan terbakar di atmosfer, sementara sisa-sisanya akan dijatuhkan ke kawasan ini. NASA dan mitra internasionalnya berupaya memastikan bahwa akhir masa tugas ISS tidak menimbulkan risiko keselamatan, dan Point Nemo dianggap sebagai lokasi paling aman di Bumi untuk tujuan tersebut.

Meski jarang dikunjungi dan hampir tidak dikenal publik, Point Nemo akan menjadi saksi bisu berakhirnya salah satu proyek ilmiah terbesar umat manusia. Di titik paling sunyi di planet ini, ISS simbol kolaborasi global dan eksplorasi antariksa akan mengakhiri perjalanannya.
Pada 2031 nanti, meskipun jauh dari pandangan manusia, proses kejatuhan ISS ke Point Nemo tetap akan menjadi peristiwa bersejarah, sebagai penutup dari bab panjang eksplorasi manusia di luar angkasa. (Itqiyah_UINSA yang berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.