13 February 2026

Get In Touch

Kukuhkan Sembilan Guru Besar, Unesa Targetkan 50 Profesor Baru Tahun 2026

Pengukuhan sembilan guru besar Unesa. (Amanah/Lentera)
Pengukuhan sembilan guru besar Unesa. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat kualitas akademik dengan mengukuhkan sembilan guru besar baru dalam berbagai bidang untuk  penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kinerja institusi perguruan tinggi.

Pengukuhan tersebut mencakup guru besar dari bidang pendidikan, olahraga, teknik, sains, seni, hingga bahasa dan sastra. Kesembilan profesor yang dikukuhkan tersebut di antaranya: Prof. Dr. Noortje Kumaat, M.Kes. (FIKK) guru besar Bidang Analisis Performa Senam, Prof. Dr. Erny Roesminingsih, M.Si. (FIP) guru besar Bidang Kepemimpinan Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Yunus, M.Pd. (FT) guru Bidang Inovasi Pembelajaran Teknik Pengelasan, Prof. Dr. Oce Wiriawan, M.Kes. (FIKK) guru besar Bidang Evaluasi Recovery Kepelatihan Olahraga, Prof. Dr. Puput Wanarti Rusimamto, S.T., M.T. (FT) guru besar Bidang Pembelajaran Otomasi Sistem Teknik Elektro.

Selanjutnya ada Prof. Dr. Rini Setianingsih, M.Kes. (FMIPA) guru besae Bidang Inovasi Pembelajaran Berbasis Kognisi Matematis, Prof. Dr. Prima Retno Wikandari, M.Si. (FMIPA) guru bsaar Bidang Pangan Fungsional Fermentasi, Prof. Dr. Martadi, M.Sn. (FV) guru besar Bidang Teknologi Pembelajaran Seni Budaya, Prof. Dr. Heny Subandiyah, M.Hum. (FBS) guru besar Bidang Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, mengatakan, pengukuhan sembilan guru besar ini menjadi kekuatan tambahan untuk meningkatkan performa institusi secara akademik maupun kelembagaan.

“Atas nama lembaga, saya mengucapkan selamat kepada sembilan guru besar yang hari ini dikukuhkan. Ini menjadi kekuatan baru bagi Universitas Negeri Surabaya,” kata Prof. Nurhasan, Selasa (10/2/2026).

Ia mengungkapkan, Unesa menargetkan 50 guru besar baru akan dikukuhkan pada tahun 2026. Target tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengembangan SDM yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Unesa berupaya mencegah stagnasi jenjang karier dosen. Menurutnua, ke depan tidak boleh lagi terjadi dosen yang bertahun-tahun tidak mengalami kenaikan pangkat.

“Tidak boleh lagi ada SDM yang lima sampai 10 tahun, bahkan 15 tahun, belum naik pangkat. Tahun ini itu tidak boleh terjadi lagi. Kami kawal dari jenjang ke jenjang melalui Wakil Rektor II dan Direktorat SDM,” tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.