MALANG (Lentera) - Area dry fountain atau air mancur tanpa kolam di Alun-alun Merdeka Kota Malang direncanakan akan dipasang pagar pembatas. Langkah ini disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sebagai upaya mengantisipasi penyalahgunaan fasilitas tersebut oleh oknum pengunjung. Menyusul keluhan munculnya bau tak sedap dari air mancur yang belakangan sempat viral di media sosial.
Rencana pemasangan pagar pembatas pada area dry fountain ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Ia mengatakan, kebijakan tersebut akan segera dikomunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang serta pihak Bank Jatim sebagai pemberi CSR revitalisasi.
"Nanti sambil saya konfirmasi dengan Dinas LH dan Bank Jatim, akan saya pasang pagar, yang sifatnya bisa buka tutup," ujar Wahyu, Rabu (11/2/2026).
Keberadaan dry fountain sendiri menjadi salah satu daya tarik baru di Alun-alun Merdeka usai kawasan tersebut dibuka kembali pasca revitalisasi. Setiap kali air mancur menyala, area tersebut dipadati pengunjung, terutama anak-anak yang kerap bermain air di sela semburan air mancur.
Namun, tingginya antusiasme pengunjung justru memunculkan persoalan baru. Sejumlah keluhan muncul terkait bau tak sedap dari air mancur tersebut. Bahkan, permasalahan ini sempat viral setelah diunggah di media sosial oleh beberapa pengunjung.
Menurut Wahyu, bau tersebut diduga muncul akibat adanya oknum pengunjung yang memanfaatkan area dry fountain untuk mandi. Ia bahkan menyebut kemungkinan adanya anak-anak yang buang air kecil di lokasi tersebut.
"Dry fountain memang dibuat untuk ditonton, bukan untuk mandi. Mungkin ada anak kecil main air lalu mandi di situ dan diduga buang air kecil di sana," tutur Wahyu.
Untuk itu, konsep pagar yang direncanakan bukan bersifat permanen tertutup, melainkan dapat dibuka dan ditutup menyesuaikan kondisi operasional air mancur. Saat air mancur menyala, pagar akan ditutup agar tidak ada pengunjung yang masuk ke area semburan air.
"Pada saat air mancur menyala, pagar ditutup. Jadi tidak ada lagi pemandangan orang mandi di sana," jelasnya.
Wahyu tidak memungkiri, saat ini Alun-alun Merdeka tengah mengalami lonjakan kunjungan masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk euforia warga setelah kawasan tersebut selesai direnovasi dan dibuka kembali untuk umum.
Menurutnya, kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi Pemkot Malang dalam menata kembali pola pemanfaatan fasilitas publik di kawasan tersebut. "Bagaimanapun ini euforia, mereka senang. Akan kita tata lagi dan terus kami evaluasi," pungkas Wahyu. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





