14 February 2026

Get In Touch

Kokurikuler Diperkuat, Sekolah Dasar di Madiun Wajib Kenalkan Kampung Pesilat

2.700 guru dan kepala SD di Madiun ikuti bimtek penguatan kokurikuler dan pengenalan Kampung Pesilat.
2.700 guru dan kepala SD di Madiun ikuti bimtek penguatan kokurikuler dan pengenalan Kampung Pesilat.

MADIUN (Lentera) -Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat implementasi tiga pilar pendidikan di sekolah, yakni intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Penguatan tersebut difokuskan pada jenjang sekolah dasar agar pembelajaran tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menjelaskan bahwa ketiga pilar itu harus berjalan beriringan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Melalui intrakurikuler anak-anak mendapatkan kecerdasan akademik. Sedangkan penguatan bakat dan minat dilakukan melalui kegiatan ekstra dan kokurikuler,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Agus, saat ini pihaknya tengah mendorong optimalisasi kegiatan kokurikuler di SD. Kokurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang bertujuan memperkuat, mendalami, dan memperkaya materi pelajaran yang telah diberikan dalam intrakurikuler.

Kegiatan tersebut bersifat wajib dan terstruktur. Selain itu, kokurikuler berfungsi menjembatani teori dengan praktik di dunia nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.

“Jadi kokurikuler itu menajamkan bakat dan minat anak-anak dalam sebuah kompetensi yang kelak bisa mereka pilih dalam kehidupannya,” jelasnya.

Salah satu bentuk kokurikuler yang wajib dilaksanakan di SD adalah pengenalan Kampung Pesilat Indonesia sebagai ikon Kabupaten Madiun. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2025.

Agus menambahkan, pengenalan tersebut juga bertujuan menggeser paradigma pencak silat yang selama ini kerap dipersepsikan negatif.

“Pencak silat kita dorong menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata, bukan lagi identik dengan kesan mencekam,” ungkapnya.

Meski diwajibkan, teknis pelaksanaan kegiatan kokurikuler pengenalan Kampung Pesilat Indonesia diserahkan kepada masing-masing sekolah. Namun, penyusunannya tetap harus mengacu pada tujuan kokurikuler sebagai penguat materi pembelajaran.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Madiun menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyusunan bahan ajar kokurikuler.

Ketua K3S Kabupaten Madiun, Suroso, menyebutkan bimtek digelar selama empat hari dan diikuti 2.700 guru serta kepala SD.

“Melalui bimtek ini, guru kelas diharapkan mampu mengembangkan materi dan kegiatan kokurikuler sesuai karakteristik dan potensi sekolah masing-masing,” ujarnya.

Dengan penguatan ini, Pemkab Madiun menargetkan pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya menghasilkan siswa cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.