SURABAYA(Lentera) - Kim Ju Ae (13), putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kemungkinan besar akan menjadi penerus ayahnya. Jika hal itu terjadi, Korea Utara akan terus dipimpin oleh dinasti Kim, dari Kim Il Sung, anak, cucu, lalu cicitnya.
Perkiraan ini diutarakan Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) kepada parlemen Korsel, Kamis (12/2/2026). NIS sedang menanti apakah Ju Ae akan muncul bersama ayahnya dan diperkenalkan sebagai apa di hadapan ribuan delegasi Kongres Partai Buruh itu.
”Di masa lalu, NIS menggambarkan Kim Ju Ae sebagai orang yang sedang dipelajari untuk jadi penerus. Akan tetapi, sekarang Ju Ae disebut sudah berada dalam tahap penunjukan internal sebagai penerus,” kata anggota parlemen Korsel, Lee Seong-kweun.
Kim Jong Un sudah mengambil langkah untuk memperkuat posisi putrinya sebagai penerus. Salah satunya, walau usianya setara pelajar SMP, Ju Ae memberikan masukan kebijakan negara.
Bukan hanya itu, Ju Ae juga sering turut dalam berbagai kegiatan ayahnya, termasuk menginspeksi proyek senjata. Ju Ae juga diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua di Korut. Ia mengalahkan bibinya, Kim Yo Jong.
Sebelum Ju Ae sering terlihat di kegiatan umum, Yo Jong kerap mewakili Jong Un. Bahkan, pernyataannya kerap jadi rujukan untuk meraba kebijakan Korut.
Kim Yo Jong memegang posisi senior di Komite Sentral Partai Buruh dan dilaporkan punya pengaruh atas Kim Jong Un. Kini, semua itu perlahan menghilang dan muncul Ju Ae.
Korea Utara telah mengumumkan bahwa Partai Buruh akan mengadakan pertemuan perdana kongres kesembilan pada akhir Februari 2026. Dalam acara ini Kim Jong Un diperkirakan akan mengungkapkan rencana kebijakan di bidang ekonomi, urusan luar negeri, dan pertahanan dalam lima tahun ke depan.
Keyakinan NIS bahwa Ju Ae akan menjadi penerus dinasti Kim menguat ketika Je Ae menemani ayahnya ke China, September 2025. Di China, Kim Jong Un bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Lawatan tersebut merupakan pertemuan puncak pertama Kim dan Xi dalam enam tahun terakhir. NIS memperkirakan lawatan Kim ke China sembari membawa Ju Ae adalah bagian dari upaya membangun narasi, sekaligus membuka jalan bagi suksesi dirinya.
Ju Ae, Januari lalu, juga diajak ayahnya memberikan penghormatan bersama di Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah pendiri Korut Kim Il Sung dan penguasa generasi kedua Kim Jong Il disemayamkan. Kunjungan itu dianggap sebagai tanda paling jelas bahwa Ju Ae diposisikan untuk menjadi penerus ayahnya. Ini kunjungan pertama Kim Jong Un ke pemakaman itu dalam tiga tahun.
Analis di Institut Sejong Korsel, Cheong Seong-chang, mengatakan, kunjungan itu bisa dilihat sebagai isyarat simbolis Kim Jong Un memperkenalkan putrinya sebagai penerus takhta. Istana Matahari adalah simbol kunci pemerintahan keluarga Kim.
Para analis menduga, Ju Ae bisa saja dipilih sebagai Sekretaris Pertama Komite Sentral. Jabatan itu merupakan posisi terkuat kedua di Partai Buruh.
Masalahnya, ada aturan partai yang mengharuskan anggotanya berusia minimal 18 tahun. Memang, apa pun bisa terjadi. Apalagi, karena menurut keluarga Kim, mereka berasal dari garis keturunan yang suci sehingga hanya mereka yang bisa memimpin Korut.
Anak kesayangan
Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke publik pada November 2022. Pada waktu itu, ia menemani ayahnya berkunjung ke pusat peluncuran rudal balistik antarbenua.
Ju Ae juga diajak ikut menghadiri parade militer dan pembukaan pabrik. Tidak ada media Korut yang pernah menyebut nama Ju Ae. Ia hanya disebut sebagai ”anak kesayangan”, ”anak yang dihormati”, ”anak yang paling dicintai”, dan hyangdo atau ”tokoh besar pembimbing”.
Hyangdo adalah istilah Korea yang biasanya diperuntukkan bagi para pemimpin tertinggi dan penerusnya. Ju Ae yang sering muncul di media pemerintah dianggap telah melunakkan citra ayahnya sebagai diktator yang kejam.
Sebelum tahun 2022, satu-satunya konfirmasi keberadaan Ju Ae datang dari mantan bintang basket NBA, Dennis Rodman. Waktu itu, Rodman berkunjung ke Korut pada 2013. Ia menceritakan menggendong bayi perempuan Kim Jong Un.
NIS pertama kali mengakui Ju Ae sebagai calon penerus Kim pada 2024. Pengakuan ini mengejutkan banyak orang. Sebab, Korsel sejak lama menggambarkan Korut sebagai masyarakat yang didominasi laki-laki dan tidak mungkin menerima pemimpin perempuan.
Pada 2023, NIS pernah mengatakan Kim Jong Un dan istrinya kemungkinan juga memiliki seorang putra yang lebih tua. Mereka juga mungkin punya anak ketiga yang lebih muda yang tidak diketahui jenis kelaminnya.
Sejak didirikan pada 1948, Korut telah diperintah oleh para pria dari keluarga Kim. Dimulai dari Kim Il Sung si pemimpin pertama. Dilanjutkan oleh Kim Jong Il, lalu kini Kim Jong Un.
Kim Jong Un berusia 26 tahun ketika secara resmi dinobatkan sebagai pewaris takhta dalam konferensi 2010. Waktu itu, sudah dua tahun ayahnya menderita stroke. Pada 2011, ketika Kim Jong Il meninggal, Kim Jong Un jadi penggantinya (*)
Editor:Arifin BH/Kompas




