JAKARTA (Lentera) - Duta Besar Iran untuk Indonesia mengatakan Teheran dan Jakarta, sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh, memiliki peran penting dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Asia Barat dan Asia Tenggara, mendesak koordinasi yang lebih erat antara kedua negara.
Melansir antara Minggu (15/2/2026) Duta Besar Mohammad Boroujerdi mengatakan bahwa Iran dan Indonesia menempati posisi strategis di wilayah masing-masing dan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi keamanan regional.
“Saya percaya bahwa Iran dan Indonesia adalah kekuatan menengah yang sangat penting di Asia Barat dan Asia Tenggara,” kata Boroujerdi.
Ia menunjuk pada apa yang digambarkannya sebagai upaya Iran untuk menahan konflik 12 hari baru-baru ini yang dilancarkan oleh Israel dan sekutunya terhadap Iran, mengatakan Teheran berupaya mencegah pertempuran tersebut meningkat menjadi perang regional yang lebih luas.
“Iran melakukan yang terbaik untuk mencegah perang tersebut menjadi regional dan mencoba untuk membatasinya antara Iran dan rezim Zionis Israel,” katanya.
Mengenai sikap Indonesia, Boroujerdi mengatakan Teheran menyambut baik dukungan Jakarta terhadap hak-hak Palestina dan memandangnya sebagai berada “di sisi sejarah yang benar.”
Ia mengatakan Iran percaya kedua negara harus mengintensifkan dialog dan mengeksplorasi inisiatif baru untuk membantu memajukan perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.
Mengenai pendudukan Israel atas wilayah Palestina, Boroujerdi menyatakan skeptisisme bahwa inisiatif perdamaian yang ada akan berhasil, dengan alasan bahwa perjanjian selama lebih dari 75 tahun telah gagal menghasilkan hasil yang langgeng.
“Kami tidak akan mencegah proses perdamaian apa pun. Kami hanya memperkirakan situasinya. Kami mengatakan itu tidak akan berhasil,” katanya.
Untuk mencapai perdamaian yang langgeng, Boroujerdi mengatakan rakyat Palestina harus diizinkan untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri melalui cara-cara demokratis.
“Jika Anda ingin sesuatu berhasil di kawasan ini, Anda harus memilih demokrasi, agar rakyat Palestina dapat memilih apa yang mereka inginkan,” katanya, menambahkan bahwa solusi yang dipaksakan oleh negara-negara yang ia gambarkan sebagai tidak netral tidak akan berhasil.
Ia menegaskan kembali bahwa kerja sama yang lebih erat antara Iran dan Indonesia dapat membantu memperkuat stabilitas regional dan memperkuat seruan untuk apa yang disebutnya sebagai pendekatan internasional yang lebih seimbang dalam menyelesaikan konflik. (*)
Editor : Lutfiyu Handi





