16 February 2026

Get In Touch

Kemenhaj : Skema Berangkat Umrah Mealui Asrama Haji Tak Wajib

Ilustrasi jemaah umrah.
Ilustrasi jemaah umrah.

SURABAYA (Lentera) - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, menyatakan skema pemberangkatan umrah ke tanah suci dengan skema pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jemaah umrah melalui asrama haji tidak wajib. Menurut dia, layanan One Stop Service ini bersifat opsional.

Melalui konsep One Stop Services, jemaah umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan Garuda Indonesia dapat memilih untuk berangkat dari asrama haji. 

"Pemerintah menyediakan fasilitas ini murni untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Perlu kami sampaikan bahwa One Stop Services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan hal yang wajib bagi jemaah umrah," ujar Maria Assegaf dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta yang dilansir Minggu (15/2/2026).

Jika memilih berangkat melalui asrama haji, jemaah akan mendapatkan fasilitas Bimbingan Manasik, City Check-in mulai pengurusan bagasi dan boarding pass, pemeriksaan paspor, serta transportasi langsung ke pintu pesawat di bandara tanpa harus mengantre di terminal keberangkatan umum.

Program ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Garuda Indonesia. Fokus utamanya adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan ekstra bagi jemaah umrah sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Layanan One Stop Services ini dirancang untuk meminimalisir kepadatan dan waktu tunggu jemaah di bandara. Namun, ia menggarisbawahi bahwa layanan ini bersifat opsional.

Saat ini, konsep tersebut sedang dalam tahap pematangan akhir. Sebagai langkah awal, pemerintah akan menunjuk satu asrama haji sebagai lokasi percontohan (pilot project) sebelum diimplementasikan secara masif di seluruh Indonesia.

Meskipun saat ini kerja sama baru terjalin dengan Garuda Indonesia, pemerintah membuka peluang lebar untuk berkolaborasi dengan maskapai penerbangan lain di masa mendatang guna memperluas jangkauan layanan ini.

"Asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih khusyuk dan efisien," tutup Maria.

Dengan demikian asrama haji menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan pemanfaatan lahan yang luas, asrama haji diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat penginapan, tetapi juga sebagai pusat One Stop Services bagi jemaah umrah.

Sebelumnya, pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ihwal umrah harus berangkat dari asrama haji saat rapat bersama Badan Legislasi DPR mendapat sorotan. Dalam kesempatan itu, Dahnil mengatakan pemerintah tengah menyiapkan aturan baru agar jemaaah berangkat melalui asrama haji sebelum terbang ke tanah suci. 

Politikus Partai Gerindra itu menyebut kebijakan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata dia, ingin memperkuat ekosistem ekonomi haji dan maskapai penerbangan nasional. 

“Bagaimana caranya? Akhirnya kami sekarang sedang merancang supaya jemaah umrah itu, itu nanti berangkat dari asrama haji,” ujar Dahnil dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. 

“Dan Garuda (Indonesia) akan menyediakan semua sarana keberangkatan misalnya jemaah umrah nanti check-in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji,” kata Dahnil kemudian. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.