20 February 2026

Get In Touch

Rektor Untag Surabaya MInta Wisudawan Jaga Indentitas Kebangsaan dan Bangun Kontribusi Global

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Harjo Seputro, ST., MT.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Harjo Seputro, ST., MT.

SURABAYA (Lentera) – Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Harjo Seputro, ST., MT., menegaskan pentingnya menjaga identitas kebangsaan sekaligus membangun kontribusi global. Pesan tersebut disampaikan Harjo di hari kedua proses wisuda ke-132 Untag, bertema Akar Lokal, Kontribusi Global, Minggu (15/2/2026).

Menurut Harjo, tema tersebut mengandung pesan kuat kepada para lulusan agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan yang telah ditanamkan selama masa studi. Ia menyebutkan, mahasiswa Untag dibekali lima basis nilai utama yang menjadi fondasi karakter dan integritas sebagai warga negara.

“Para wisudawan harus menjaga identitas kebangsaannya. Pada saat yang sama, kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki harus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Untuk mewujudkan lulusan yang adaptif dan kompetitif, Untag Surabaya menerapkan kurikulum yang responsif terhadap perubahan zaman, termasuk tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Seluruh program studi di kampus tersebut mewajibkan mata kuliah kewirausahaan sebagai bekal mahasiswa menciptakan peluang kerja secara mandiri.

Selain itu, kampus juga memiliki roadmap kewirausahaan yang terintegrasi dengan pendanaan internal serta inkubator bisnis. Melalui skema tersebut, mahasiswa didorong untuk memulai usaha sejak di bangku kuliah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan. Karena saat ini lowongan kerja terbatas dan ada ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan. Maka solusinya adalah memperkuat jiwa wirausaha,” jelasnya.

Harjo juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam membuka peluang ekonomi seluas-luasnya, termasuk akses pendanaan bagi wirausaha muda.

Dalam aspek daya saing global, Untag Surabaya terus memperluas kerja sama internasional. Salah satu contoh keberhasilan alumni adalah seorang lulusan S1 Untag yang kini menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi peringkat 10 besar di Thailand setelah melanjutkan studi dan meningkatkan kompetensinya di tingkat internasional.

Tak hanya itu, mahasiswa Untag juga mencatatkan berbagai prestasi akademik dan non-akademik. Terbaru, mahasiswa yang meraih medali emas cabang hoki pada ajang SEA Games kini berkiprah di Liga Polandia.

Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang mewakili LLDIKTI Jawa Timur dalam penandatanganan kontrak kinerja dengan Menteri Pendidikan, Untag Surabaya berkomitmen memenuhi delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). Enam indikator bersifat wajib bagi PTN maupun PTS, sementara dua lainnya dipilih dari sebelas opsi yang tersedia.

“Kami sudah menandatangani kontrak dan siap mencapai target-target kinerja yang telah ditetapkan. Peningkatan kualitas PTS menjadi komitmen utama kami,” tegas Harjo.

Melalui penguatan karakter kebangsaan, kewirausahaan, serta jejaring global, Untag Surabaya berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang berakar pada nilai lokal namun berdaya saing internasional. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.