19 February 2026

Get In Touch

Hujan Lebat, Remaja 14 Tahun di Kabupaten Malang Diduga Hanyut Terseret Arus

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban yang diduga hanyut di aliran irigasi sungai Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa (17/2/2026).
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban yang diduga hanyut di aliran irigasi sungai Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Selasa (17/2/2026).

MALANG (Lentera) - Hujan lebat menyebabkan remaja laki-laki berusia 14 tahun diduga hanyut terseret arus saat bermain di irigasi sungai Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, Selasa (17/2/2026) siang.

Hingga Selasa malam, korban yang diketahui bernama Octa Puji Raharjo masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

"Informasi awal yang dihimpun dari warga sekitar, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.45 WIB, saat hujan lebat mengguyur wilayah setempat. Korban diduga terseret arus deras saluran irigasi yang debit airnya meningkat akibat intensitas hujan," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, dalam laporan resminya, Selasa (18/2/2026) malam. 

Dikatakannya, usai menerima informasi dari masyarakat, BPBD segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan lebih lanjut. "Saat ini korban masih dalam pencarian," katanya.

Berdasarkan kronologi yang diterima, Purwoto menjelaskan saat kejadian korban bersama 2 rekan dan seorang adik tengah bermain air di saluran irigasi. Ketika hujan turun cukup deras, arus air di saluran tersebut menjadi semakin kuat.

Tiga anak dilaporkan berada di bagian atas saluran irigasi, sementara korban berada di aliran air. "Tiba-tiba korban terseret derasnya arus air hujan dan tidak dapat menyelamatkan diri. Mengetahui kejadian tersebut, adik korban segera berlari mencari bantuan kepada warga sekitar," ungkap Purwoto. 

Lebih lanjut, menurutnya tim dari Malang Selatan Rescue (MSR) yang menerima informasi langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran. Pencarian dilakukan menyusuri saluran irigasi hingga aliran Sungai Lesti, mengingat kemungkinan korban terbawa arus ke hilir.

Selain itu, BPBD Kabupaten Malang juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kantor Basarnas Unit SAR Malang sebagai informasi awal. Sekaligus langkah koordinasi untuk tindak lanjut operasi pencarian dan pertolongan.

Purwoto menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim relawan, aparat desa, serta unsur SAR guna memaksimalkan upaya pencarian. "Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah ada informasi terbaru di lapangan," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.