MALANG (Lentera) - Selama bulan suci Ramadan 2026, dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang melakukan penyesuaian skema distribusi. Khusus untuk penerima manfaat dari golongan siswa-siswi sekolah, menu yang dibagikan dikemas dalam bentuk menu kering atau siap santap yang tahan lama.
"Kami menggunakan menu siap santap yang dikemas. Pengirimannya tetap setiap hari, hanya saja dikemas seperti menu keringan," ujar Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, selama awal Ramadan ini MBG khusus siswa akan diliburkan sementara, menyesuaikan dengan libur sekolah. MBG akan kembali berjalan serempak bagi siswa dan kelompok Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui (B3) pada Senin (23/2/2026) mendatang.
"MBG kembali didistribusikan mulai Senin, 23 Februari 2026. Untuk seminggu ini siswanya libur dulu. Kalau B3 tetap jalan, penerimanya sudah ribuan jumlahnya," katanya.
Menurut Athoillah, menu yang diberikan kepada kelompok B3 juga tetap berupa menu basah seperti hari-hari biasa. Hal itu, katanya, karena sebagian besar penerima manfaat dalam kelompok tersebut tidak menjalankan ibadah puasa.
Lebih lanjut, Athoillah menjelaskan, skema pemberian menu kering kepada para siswa tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Setiap paket tetap memuat unsur buah, meski bukan dalam bentuk potong.
Sumber karbohidrat juga dipastikan tersedia, misalnya dari roti atau sejenisnya. Selain itu, terdapat tambahan protein seperti abon, telur, atau kacang-kacangan.
"Prinsipnya ada buahnya, tapi bukan buah potong. Kemudian karbohidratnya terpenuhi, misalnya roti. Bisa juga ditambah abon, telur, atau kacang-kacangan. Dilihat juga daya tahannya, apakah kuat sampai satu hari atau tidak," paparnya.
Sementara itu, untuk lingkungan yang mayoritas tidak menjalankan ibadah puasa, menurutnya pengiriman MBG tetap berlangsung seperti hari biasa tanpa penyesuaian waktu konsumsi.
Sedangkan untuk penerapan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pondok pesantren dan melayani santri. Athoillah menyebut, untuk lokasi ponpes, proses memasak dilakukan pada siang hari dan makanan dibagikan saat waktu berbuka puasa.
"Untuk SPPG di lingkungan pondok pesantren, masaknya di siang hari dan dibagikan saat buka puasa," terang Athoillah. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi






