21 February 2026

Get In Touch

Jawab Tantangan AI, Universitas Ciputra Integrasikan Kurikulum dengan Industri Kreatif

Rektor Universitas Ciputra, Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto saat membentuk Industrial Advisory Board.
Rektor Universitas Ciputra, Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto saat membentuk Industrial Advisory Board.

SURABAYA (Lentera)– Perkembangan artificial intelligence (AI) yang mengubah pola kerja industri kreatif mendorong perguruan tinggi berbenah, menjawab tantangan tersebut Universitas Ciputra (UC) Surabaya melalui School of Creative Industry (SCI) resmi membentuk Industrial Advisory Board sebagai mitra strategis dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Pembentukan dewan tersebut dilakukan dalam Rektor Universitas Ciputra, Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto mengatakan kampus tidak bisa lagi berjalan sendiri di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.

“Kreativitas hari ini tidak cukup hanya inovatif, tetapi harus relevan dan berdampak. Kolaborasi konkret dengan industri menjadi kunci, agar lulusan mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi termasuk AI yang kini memengaruhi proses desain dan produksi kreatif,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, Dean School of Creative Industry, Susan, S.T., M.T., Ph.D., menekankan pentingnya redefinisi paradigma pendidikan desain. Menurutnya, desain tidak lagi sekadar soal estetika, melainkan instrumen penciptaan nilai ekonomi.

“Desain tidak boleh berhenti pada keindahan visual. Karya mahasiswa harus memiliki hilirisasi yang jelas—punya nilai ekonomi, relevan dengan kebutuhan industri, dan berdampak nyata,” katanya.

Ia menjelaskan, SCI mendorong terbentuknya ruang kolaborasi yang menyatukan industri, akademisi, dan mahasiswa dalam proyek-proyek produktif. Mahasiswa diarahkan untuk mengedepankan problem solving, inovasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dalam proses kreatifnya.

"Industrial Advisory Board yang dilantik akan berperan dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum berbasis industri, mendorong riset terapan dan proyek kolaboratif, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta mengawal implementasi magang dan inkubasi bisnis kreatif," tuturnta.

Langkah ini menjadi strategi konkret Universitas Ciputra, dalam menyiapkan talenta kreatif yang tidak hanya unggul secara teknis dan estetis tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan dinamika pasar global.

"Melalui model kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat integrasi antara pendidikan dan industri, sekaligus melahirkan generasi kreatif yang kompetitif secara ekonomi dan relevan dengan kebutuhan zaman," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.