21 February 2026

Get In Touch

Setahun Memimpin, Gus Fawait Perkuat Fondasi Pelayanan Dasar dan Dongkrak PAD Jember

Bupati Jember Gus Fawait bersama para kepala OPD dalam acara refleksi setahun memimpin Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha.
Bupati Jember Gus Fawait bersama para kepala OPD dalam acara refleksi setahun memimpin Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha.

JEMBER (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar refleksi bertajuk “Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat” satu tahun kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait pada Jumat (20/2/2026). Momentum ini menjadi ajang pemaparan capaian strategis sekaligus evaluasi perjalanan pemerintahan sejak dilantik secara serentak oleh Presiden pada 20 Februari 2025.

 

Dalam paparannya, Gus Fawait menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pembenahan pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal dan tingginya angka kemiskinan. Saat awal menjabat, Jember menghadapi persoalan serius di sektor kesehatan, termasuk beban tanggungan tiga rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar. 

Kondisi operasional rumah sakit bahkan disebut berada dalam tekanan akibat keterbatasan anggaran dan suplai kebutuhan medis. Menjawab kondisi tersebut, Pemkab Jember menetapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Per 1 April 2025, seluruh masyarakat Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis cukup dengan KTP tanpa surat keterangan tidak mampu. Kebijakan ini tidak hanya menjamin akses kesehatan warga, tetapi juga memulihkan stabilitas keuangan rumah sakit daerah yang kini menunjukkan peningkatan pendapatan signifikan.

Selain kesehatan, persoalan administrasi kependudukan turut menjadi perhatian. Sebanyak 68 ribu blanko KTP berhasil dihadirkan untuk menuntaskan tunggakan pencetakan sejak 2019–2024. Melalui program PETA CINTA, masyarakat kini dapat mencetak KTP di kecamatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Di sektor pendidikan, data menunjukkan terdapat 1.532 gedung sekolah rusak berat. Pemkab melakukan pembaruan data Dapodik secara menyeluruh, sehingga berhasil memperoleh dukungan revitalisasi sekolah terbesar dari pemerintah pusat dalam sejarah Kabupaten Jember. Selain itu, hampir 8 ribu mahasiswa menerima beasiswa afirmasi ekonomi hingga lulus, termasuk beasiswa khusus santri.

Sektor pertanian juga mendapatkan perhatian melalui optimalisasi lahan, bantuan alat dan benih, serta penguatan infrastruktur. Total anggaran pertanian tahun 2025 dari APBN dan APBD disebut sebagai yang terbesar dalam empat dekade terakhir. Menghadapi kebijakan efisiensi transfer pusat, Pemkab Jember memilih strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah tanpa menaikkan pajak. 

Melalui optimalisasi potensi dan penertiban kebocoran, PAD Jember meningkat sekitar 32 persen, menjadikannya salah satu daerah dengan progres kenaikan signifikan di Jawa Timur.

“Tahun 2025 adalah fondasi. Kita pastikan pelayanan dasar berdiri kokoh. Tahun 2026 adalah percepatan,” tegas Bupati Jember Gus Fawait.

Refleksi satu tahun ini menjadi penegasan arah pembangunan Jember yang berfokus pada penguatan pelayanan publik, stabilitas fiskal, dan percepatan pertumbuhan ekonomi. (mok/ads)

 

Reporter : PJ Moko
Editor : Lutfiyu Handi 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.