21 February 2026

Get In Touch

Agar Penyerapan Maksimal, Ini Waktu Ideal Konsumsi Vitamin Saat Puasa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga asupan vitamin dan mineral selama bulan Ramadan. Selain jenisnya, waktu konsumsi vitamin saat puasa turut menentukan optimal tidaknya penyerapan zat gizi dalam tubuh.

Karena itu, masyarakat perlu memahami waktu ideal mengonsumsi vitamin, baik saat sahur maupun berbuka, agar daya tahan tubuh tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.

"Tubuh kita membutuhkan zat gizi yang cukup untuk menjaga kerja serta fungsinya. Pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral utamanya bersumber dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).

Dijelaskannya, terdapat waktu-waktu terbaik dalam mengonsumsi vitamin agar penyerapannya lebih optimal. Selama Ramadan, masyarakat disarankan memperhatikan jenis vitamin dan waktu konsumsi, baik saat sahur maupun berbuka puasa.

Untuk sahur, Husnul menganjurkan konsumsi vitamin yang larut dalam air, seperti Vitamin C dan Vitamin B Kompleks. Waktu konsumsi yang disarankan yakni sekitar 30 menit sebelum sahur.

Vitamin B Kompleks, lanjutnya, berperan membantu metabolisme zat gizi menjadi energi sehingga tubuh tetap bertenaga selama berpuasa. Sementara itu, Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

"Selain vitamin, mineral Zinc juga dianjurkan dikonsumsi saat sahur. Zinc diketahui mendukung sistem imun serta membantu proses pemulihan tubuh," katanya.

Sementara itu, saat berbuka puasa masyarakat disarankan mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak, seperti Vitamin A, D, E, dan K, serta Omega 3. Vitamin jenis ini lebih optimal diserap tubuh setelah makan karena memerlukan lemak sebagai media penyerapan.

"Vitamin A, D, E, dan K merupakan kelompok vitamin larut lemak yang penting untuk penglihatan, kesehatan tulang, imunitas, reproduksi, dan pembekuan darah. Konsumsinya lebih baik setelah makan dan dibarengi makanan yang mengandung lemak sehat," jelasnya.

Husnul juga menyebutkan pentingnya magnesium dan kalsium sebagai suplemen pemulihan tubuh. Kedua mineral tersebut berperan menjaga fungsi otot dan saraf, mengurangi kelelahan, membantu relaksasi, serta mendukung kualitas tidur.

Ditegaskannya, kebutuhan vitamin dan mineral terbaik tetap berasal dari asupan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Konsumsi suplemen hanya bersifat tambahan apabila diperlukan.

Namun, Husnul mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin dan suplemen tambahan.

"Jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang dalam masa pengobatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.