23 February 2026

Get In Touch

Dijanjikan Kerja di Australia, Lima WN Bangladesh Disekap di Buleleng Bali

Ilustrasi lima warga Bangladesh disekap di Buleleng, Bali. (foto:ist/Kompas/shutterstock)
Ilustrasi lima warga Bangladesh disekap di Buleleng, Bali. (foto:ist/Kompas/shutterstock)

BALI (Lentera) - Harapan lima warga negara (WN) Bangladesh untuk bekerja di Australia berujung petaka. Bukannya diberangkatkan ke negeri tujuan, mereka justru diduga disekap di sebuah vila di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan ke Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IX/Udayana di Desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng. 

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan lima korban tersebut masing-masing bernama Abdul Hossain (24), Din (37), Abdul Rahman (29), Shamim Miah (33), dan Mohammad Sana Ullah (41). 

“Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan di Australia oleh seorang pria berinisial N alias Rajib (25), yang juga warga negara Bangladesh,” ujar Yohana saat mengutip Kompas.com, Minggu (22/2/2026). 

Menurut keterangan polisi, para korban diminta datang terlebih dahulu ke Bali sebelum diberangkatkan ke Australia. Mereka tiba di Bali pada Januari 2026, dengan harapan segera diproses untuk bekerja di luar negeri. 

Namun, pada Senin (16/2/2026), kelima korban justru dibawa ke sebuah vila di wilayah Desa Pemuteran. Di lokasi tersebut, mereka diduga disekap selama satu hari. 

Tubuh para korban diikat menggunakan tali dan dilakban, bahkan diancam dengan pisau. 

“Korban diikat dan dilakban, pelaku juga mengancam menggunakan pisau,” kata Yohana. 

Aksi penyekapan itu tidak diketahui oleh pihak pengelola, maupun karyawan vila. Peristiwa ini terbongkar setelah satu korban berhasil meloloskan diri, dan berlari menuju Dodiklatpur Rindam IX/Udayana untuk meminta bantuan. 

Pihak Dodiklatpur kemudian berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak dan kasusnya dilimpahkan ke Polres Buleleng. 

Kepala Unit (Kanit) III Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Buleleng, Ipda I Ketut Yulio Saputra mengatakan seluruh korban telah berhasil diselamatkan. 

Polisi kini masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya unsur penipuan atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

“Disekap satu hari. Mereka sudah berada di Bali sejak Januari. Kasusnya masih kami dalami,” ujar Yulio. 

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang terlibat dalam kasus ini, mengingat modus yang digunakan berupa iming-iming pekerjaan di luar negeri.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.