23 February 2026

Get In Touch

Awasi Ketat Takjil Ramadan, Dinkes Kota Malang Lakukan Uji Sampling di 23 Titik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Penjualan takjil Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Malang dipastikan diawasi secara ketat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menjadwalkan uji sampling makanan dan minuman di 23 titik yang tersebar di sejumlah wilayah. Guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat selama bulan suci.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan pihaknya telah menyusun jadwal pengambilan sampel takjil yang akan dilakukan pada 23-27 Februari 2026. Pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan dengan metode uji cepat.

"Kami sudah ada jadwal pengambilan sampel makanan takjil Ramadan 1447 H/2026 M. Pengujian dilakukan langsung di lokasi dengan uji sampling cepat," ujar Husnul, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (23/2/2026).

Totalnya, sebut Husnul, terdapat 23 titik sampling yang tersebar di berbagai kelurahan. Di wilayah Kendalkerep, pengujian dilakukan di Kelurahan Polehan (Jalan Werkudoro), Kelurahan Kesatrian (Lapangan Rampal), Kelurahan Jodipan (perempatan Cukam sebelah timur), dan Kelurahan Bunulrejo (depan SD Kesatrian IV).

Sementara itu, di wilayah Kedungkandang, sampling dilakukan di Jalan H. Ali Nasrudin/Rolak. Di wilayah Arjowinangun, berlokasi di Jalan Lembayung Bumiayu. Kemudian Kendalsari di Jalan Soekarno Hatta Nomor 7, Taman Krida Budaya Jawa Timur, serta Polowijen di Pasar Takjil Jalan Cakalang.

"Untuk wilayah Cisadea, pengambilan sampel dilakukan di Pujasera Sulfat. Wilayah Arjuno mencakup empat titik, yakni Jalan Kawi Kauman RW 10, seberang SD Taman Harapan (bekas Warung Pak Untung), Jalan Welirang, dan Jalan Surabaya," katanya. 

Sedangkan Dinoyo dan Bareng, Husnul mengatakan masing-masing dilakukan di Jalan Surabaya. Untuk wilayah Janti, pengawasan dilakukan di Kelurahan Tanjungrejo (Jalan Poros RW 04), Kelurahan Sukun (Jalan S. Supriadi/depan Pasar Sukun), serta Kelurahan Bandungrejosari (Jalan Klayatan II).

Adapun di Mulyorejo terdapat 4 titik, yakni Pasar Takjil Jalan Raya Candi III dan V (Karangbesuki), Jalan Terusan Dieng area UNMER (Pisang Candi), Pasar Takjil Terminal Mulyorejo, serta area Masjid Shirothol Mustaqim Bandulan. "Sementara Pandanwangi dijadwalkan di Jalan Teluk Etna," imbuhnya. 

Husnul menjelaskan pelaksanaan sampling dilakukan bersama pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas setempat. Untuk wilayah lain, menurutnya hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan masing-masing kelurahan.

Untuk diketahui, langkah ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Kementerian Kesehatan RI Nomor KL.02.02/C.VI/352/2026 tentang Pembinaan dan Pengawasan Keamanan Pangan Takjil pada Bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Dalam surat tersebut, Puskesmas se-Kota Malang diminta melakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji di wilayah kerjanya.

Selain melakukan uji petik sampel, Husnul mengatakan pihaknya juga memberikan label higiene sanitasi pangan pada Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) yang memenuhi persyaratan. Edukasi terkait keamanan pangan juga diberikan kepada pedagang takjil dan penjamah makanan.

"Untuk pengujian, kami langsung lakukan di lokasi menggunakan rapid diagnostic test (RDT). Hasilnya bisa ditunggu sekitar 5 sampai 10 menit," jelasnya.

Pengujian tersebut difokuskan pada indikasi bahan tambahan pangan, mulai dari pemanis buatan, pewarna buatan, bahan pengeras, serta bahan pengawet. Sampel yang diperiksa meliputi berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari olahan sayur, es buah, hingga aneka jajanan.

"Setelah hasil uji keluar, petugas akan langsung menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pedagang, sekaligus memberikan informasi terkait potensi bahaya bahan tambahan pangan yang tidak sesuai ketentuan. Pedagang juga dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan bahan yang berisiko bagi kesehatan," tegas Husnul. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.