24 February 2026

Get In Touch

Relokasi Pasar Induk Gadang Ditarget Tuntas Maret 2026, Proyek Jalan Rp14,9 Miliar Siap Digeber

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau progres pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Induk Gadang, Senin (23/2/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau progres pembangunan tempat relokasi pedagang Pasar Induk Gadang, Senin (23/2/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Relokasi pedagang Pasar Induk Gadang ditargetkan tuntas pada Maret 2026. Kepastian tersebut menjadi kunci dimulainya proyek perbaikan senilai Rp14,9 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Hari ini saya mengecek progres dari lokasi relokasi Pasar Induk Gadang. Karena saat itu pedagang sudah berjanji setelah Lebaran Idul Fitri 2026 ini pedagang akan segera pindah. Ini harus saya pastikan," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditemui usai meninjau langsung progres pembangunan tempat relokasi, Senin (23/2/2026).

Dijelaskannya, realisasi proyek perbaikan jalan sangat bergantung pada kesiapan lahan di sisi selatan pasar. Menurut Wahyu, DAK yang telah ditetapkan pemerintah pusat baru dapat diproses ke tahap lelang setelah area pasar lama benar-benar kosong.

"DAK yang sudah ditetapkan untuk pembangunan perbaikan jalan di Pasar Gadang ini hanya menunggu kesiapan lahan saja. Kalau lahannya yang sekarang ini sudah terbongkar, pindah semua ke sini, baru nanti akan proses pelelangannya," tegasnya.

Wahyu menyebutkan, nilai anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan jalan tersebut mencapai Rp14,9 miliar. Dan akan digunakan untuk peningkatan kualitas jalan di kawasan Pasar Gadang. Yang selama ini kerap dikeluhkan karena kepadatan dan kondisi infrastruktur.

Dijelaskannya, desain perbaikan jalan nantinya mencakup pembangunan dua jalur dengan median di tengah. Selain itu, trase jalan akan dibuat lurus dan terintegrasi dengan jembatan yang sudah ada, guna memperlancar arus lalu lintas di kawasan selatan Kota Malang.

Terkait progres relokasi, Wahyu memastikan pembangunan lapak di lokasi baru ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri 2026. Saat ini, pembangunan di sisi timur telah selesai, sementara sisi barat dalam tahap penyelesaian.

"Kita lihat sendiri, yang sebelah timur sudah selesai, tinggal yang sebelah barat. Insyaallah sebelum Idul Fitri sudah selesai," katanya.

Pemindahan pedagang dijadwalkan mulai H+7 Idul Fitri 2026. Pemerintah menargetkan seluruh pedagang sudah menempati lokasi relokasi paling lambat Maret 2026, sehingga pembongkaran area lama dapat segera dilakukan. "Maret itu harus sudah pindah semua," kata Wahyu.

Dalam kesempatannya ini, Wahyu menjelaskan pembangunan tempat relokasi dilakukan secara swadaya oleh pedagang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, menurutnya hanya memfasilitasi penyewaan lahan sebagai lokasi sementara.

"Pembangunan tempat relokasi ini murni swadaya pedagang. Kami memberikan fasilitasi menyewakan lahan untuk relokasinya. Karena saat itu mereka memilih swadaya sendiri dibanding pindah ke Terminal Hamid Rusdi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menambahkan lebih dari 1.200 pedagang akan menempati tempat relokasi tersebut. Saat ini, Eko mengatakan progres pembangunan relokasi telah mencapai 55%. 

"Ini progresnya sudah sekitar 55 persen. Kami berharap sesuai instruksi Pak Wali, akhir Maret nanti sudah pindah ke sini semua. Karena lahannya eksisting akan digunakan untuk perbaikan jalan," kata Eko.  (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.