27 February 2026

Get In Touch

Pasar Murah Pemprov Jatim ke-28 Target Menjaga Stabilitas Harga di Mojokerto

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berada di stan IKM lokal dalam pasar murah di Kota Mojokerto, Kamis (26/2/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berada di stan IKM lokal dalam pasar murah di Kota Mojokerto, Kamis (26/2/2026).

MOJOKERTO (Lentera) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengintensifkan pelaksanaan Pasar Murah selama Bulan Suci Ramadan. Pasar murah ke-28 di 2026 digelar di Halaman Kantor Kecamatan Prajurit Kulon (Pralon), Kota Mojokerto, Kamis (26/2/2026), untuk sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat setempat. 

Pada pasar murah di Pralon ini Gubernur Khofifah turun langsung bersama Kepala Dinas Perdagangan Jatim, Iwan, dan Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga membagikan beras, telur, serta produk UMKM gratis kepada masyarakat.

Program ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dengan demikian dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga di pasar tradisional maupun modern saat bulan Ramadan. 

“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga,” kata Gubernur Khofifah.

Pasar murah ini menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET). Seperti beras SPHP medium SPHP dijual Rp 11.000/kg, beras SPHP premium Rp 14.000 per kg, MinyaKita Rp 13.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kg dan telur ayam ras Rp 20.000/pack. 

Kemudian cabai merah besar Rp 2.000 per 100 g, bawang putih Rp 6.000 per 1/4 kg, bawang merah Rp 7.000 per 1/4 kg, tepung terigu Rp 10.000 per kg. 

"Pasar murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Tentu harapannya mereka bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” tambahnya. 

Dengan adanya pasar murah ini, Gubernur Khofifah berharap dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, terutaama saat Ramadan. Sebab, sejumlah harga bahan pokok sempat mengalami kenaikan pada awal Ramadan. 

Diketahui bahwa harga cabai rawit sudah turun yang tadinya sampai Rp 100 ribu/kg turun menjadi Rp 79.000/kg. Demikian juga dengan daging ayam yang HET-nya Rp 42.000/kg kini sudah Rp 38.000/kg. Sehingga dinamikanya sudah mulai turun, dan stok terjamin.

Dia juga menandaskan akan terus menggencarkan pasar murah yang menyasar berbagai daerah di Jatim. Pada 2026 ini rencananya akan melakukan 110 kali pasar murah, dengan melihat dinamika harga selama tahun 2026.

Pelaksanaan pasar murah merupakan hasil sinergi antara Pemprov Jatim dengan Perum Bulog serta pelaku industri kecil dan menengah (IKM) setempat. 

Pemprov sifatnya melaksanakan fungsi komplementaritas dengan Pemkab dan Pemkot. Setiap kegiatan pasar murah juga memberdayakan 10 IKM lokal. (*)


Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi


 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.