04 March 2026

Get In Touch

Tiap Minyak Naik 1 Dolar AS, APBN Bengkak Rp 10T (Koran Selasa, 3 Maret 2026)

PERANG Iran–AS dan Israel yang pecah sejak akhir Februari 2026 makin membara sehingga memperburuk stabilitas pasar energi global. Serangan udara United States Armed Forces dan Israel Defense Forces memicu respons balasan Iran yang meluas ke kawasan Teluk..Situasi semakin tegang setelah lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan ditutup. Jalur yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia itu memicu lonjakan harga minyak berjangka sekitar 7–10%. Di sisi lain, kilang utama Saudi Aramco di Ras Tanura juga dibombardir drone Iran. Fasilitas yang memiliki kapasitas penyulingan sekitar 550.000 barel per hari terpaksa ditutup darurat. Buntutnya, ketidakpastian pasokan energi global berpotensi membebani APBN Indonesia. Setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar 1 dolar AS per barel diperkirakan menambah tekanan pengeluaran negara sekitar Rp6–10 triliun. Di tengah kondisi itu, pemerintah Indonesia menyatakan akan membeli minyak dari Amerika Serikat (AS). Diketahui ini sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan timbal balik terkait tarif dagang. Meskipun kepastian terkait itu juga makin kabur usai Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden Donald Trump. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/03032026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.