SURABAYA (Lentera) - Pihak berwenang di Teheran menyerukan aksi dan solidaritas internasional setelah beberapa rumah sakit dan sekolah terkena dampak serangan udara Amerika Serikat dan Israel di negara itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada hari Senin (2/3/2026) bahwa kedua negara tersebut "terus menyerang daerah pemukiman tanpa pandang bulu, tanpa terkecuali rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun monumen budaya".
"Tindakan ini merupakan perbuatan yang disengaja dari kejahatan paling keji yang menjadi perhatian internasional. Sikap acuh tak acuh terhadap ketidakadilan yang sedang berlangsung dan ekstrem ini hanya akan semakin memperburuk masa depan umat manusia dengan membahayakan nilai-nilai bersama yang menjadi landasan komunitas global kita," tulisnya dalam sebuah unggahan di media social melansir Aljazeera.
Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, menulis surat yang dipublikasikan pada Minggu (1/3/2026) malam kepada presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), menuntut kecaman eksplisit terhadap serangan yang berdampak pada anak-anak serta pusat pendidikan dan medis.
Ia juga mengatakan bahwa mekanisme pemantauan dan dukungan yang diuraikan dalam Konvensi Jenewa harus diaktifkan, menambahkan bahwa ICRC harus "mengambil langkah-langkah segera" untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi saat perang berkecamuk.
“Masyarakat Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran, sebagai anggota gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah global, menyatakan komitmen penuhnya terhadap prinsip-prinsip dasar kemanusiaan, ketidakberpihakan, dan kemerdekaan, menekankan bahwa pusat-pusat yang rusak tidak memiliki aplikasi militer,” tulis Kolivand.
Presiden ICRC Mirjana Spoljaric mengatakan dalam sebuah pernyataan pada awal perang pada hari Sabtu bahwa aturan perang harus ditegakkan sebagai kewajiban, bukan pilihan.
“Infrastruktur sipil seperti rumah sakit, rumah, dan sekolah harus dilindungi dari serangan. Petugas medis dan tim tanggap darurat harus diizinkan untuk menjalankan tugas mereka dengan aman,” katanya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi






